Seperti Sedang Bermimpi

March 8, 2017

Seperti sedang bermimpi. Iya, kalimat itu tepat sekali menggambarkan perasaan saya saat ini. 

Saat ini saya berada di kantor pusat Godrej Indonesia  sebagai finalis program Godrej Indonesia LOUD (GI.LOUD). Hal yang sangat prestisius bagi saya. Sebelumnya, jangankan jadi finalis, kebayang ikut GI.LOUD saja tidak. Saya sadar saya hanyalah seorang karyawan biasa dengan mimpi sederhana.

Dorongan dari pimpinan dan kawan-kawan di kantorlah yang membuat saya berani menuliskan mimpi saya: Belajar Menulis Kreatif Kepada Agus Mulyadi. Iya, GusMul. Si pemilik blog www.agusmulyadi.web.id.

Diluar dugaan, mimpi saya lolos seleksi. Dan, hari ini saya diundang untuk mempresentasikan mimpi saya kepada Managing Committe dan tim GI.LOUD. Sungguh, ini kesempatan langka. Mungkin, satu-satunya kesempatan buat saya. 

Saya harus tampil sebaik mungkin. Sebab, selain saya ada tiga finalis lain yang turut diundang. Pak Alam, pak Chairul Ayat dan pak Ridwanudin.

Sungguh, saya masih merasa sedang bermimpi. Semoga, nanti saya dibangunkan dengan bisikan merdu: kamu menang, mas Sule.

Semoga. 🙂

Tempat cukur

February 19, 2017

Memilih tempat cukur rambut itu urusan hati. Nyaman adalah alasan utama. Mirip orang pacaran memang. Tapi, ya begitulah..

Karena mencukur rambut itu sejatinya bukan sekadar urusan potong memotong. Ini tentang bagaimana seseorang ingin diperlakukan. Tentang kepekaan si tukang cukur untuk memahami keinginan pelanggannya.

Di tempat saya biasa cukur sudah tidak ada lagi pertanyaan: “Mau dicukur model gimana, Mas?” Mungkin, ia sudah hafal dengan semua pelanggannya. Sebuah kemampuan yang tidak pernah saya perhitungkan sebelumnya.

Alat cukurnya juga terawat dengan baik. Tajam. Sehingga tidak ada rambut yang ketarik selama proses pencukuran.

Hal lain yang saya rasakan sebagai added value adalah si mas ini nyukurnya cepet. Penuh percaya diri. Dan, saya pun merasa nyaman meski harus mengantri untuk mendapatkan jasanya.

Kalo hati sudah nyaman rasanya sulit untuk pindah ke lain tempat cukur. 🙂

Wisata Jeglongan Sewu

February 17, 2017

Jeglongan itu artinya lubang di jalan. Sewu maknanya seribu. Atau, karena saking banyaknya jumlah atau ukuran maka dinamai sewu. Contohnya, grojogan sewu yang ada di Karanganyar ketinggian air terjunnya juga nggak sampai seribu meter.

Judul itu sebenarnya curhatan seorang kawan mengenai kondisi jalan Klaten-Solo melalui jalur Baki. Keadannya sungguh memprihatinkan. Lubang ada di sana sini. Ada yang kecil. Ada yang cukup lebar hingga truk harus berjalan ekstra hati-hati kalo tidak mau as rodanya patah. Ngeri.

Bukan hanya truk saja yang harus hati-hati. Pemotor juga. Kalo tidak hafal jalan alias tidak hafal letak lubang saya sarankan ngegasnya kalem saja. Apalagi saat hujan turun. Tantangan semakin tinggi levelnya. Seperti maem game. Memacu adrenalin, gitu…

😀

Saya selaku pengguna berdoa semoga pemerintah segera membenahi kondisi jalan ini. Agar tidak menimbulkan korban. Juga, kecurigaan. 

Semoga hanya kawan saya seorang yang “mempromosikan” kondisi ini dalam celetuknya: Wisata Jeglongan Sewu.

Hoahemm…

January 30, 2017

Sudah lewat jam 9 malam. Saya masih di kantor. “Menemani” departemen sebelah yang masih sibuk menghitung.

Keadaan selalu begini setiap mendekati akhir bulan: stock opname.

Segelas kopi instan sudah saya teguk habis. Tapi, proses menghitung belum juga paripurna. 

Hoahemmm… 

Surprised

January 29, 2017

Saya suka bermain sepakbola. Bermain sepakbola dalam arti yang sesungguhnya. Di lapangan. Juga bermain sepakbola yang berupa game. Keduanya mempunyai efek yang sama: meredakan stress.

Game sepakbola yang terinstall di gadget saya adalah Dream League Soccer. Selain bagus game ini berkesan di hati saya. Karena suatu hari ia pernah mengagetkan saya. Ini dia maksud saya:

Bug tidak selalunya buruk. Ini menjadi hiburan tersendiri. Buat saya… 😀


%d bloggers like this: