Archive for the ‘puisi’ Category

Puisi untuk Novi

February 15, 2011

Oh Novi..

Wajahmu bagaikan penggorengan,
Pipimu bagaikan kapal selam,
Hidungmu bagaikan “adaan”…

Ijinkan aku untuk menjadi kuahnya,
Biar kamu bisa menikmati betapa kecutnya diriku..

Aku akan menjadi malam-malammu
Ibaratkan bulan…

Hallo, Say..

Dengarkan puisi saya Novi
Dari hati yang paling dalam
Ku tak sanggup hidup sendiri, Novi

Kamu bagaikan Desri..

Soalnya, kamu sangatlah cantik!

Aku pulang…

February 16, 2010

Hari ini aku pulang / Titip pamit untuk mendung di kotamu / Kuharap dia ngga marah / Aku ngga’ sempat pamitan / Kulihat, dia begitu setia / Kemarin, seharian temani kita / Sampaikan padanya, hari ini aku pulang.

Sumpah..

February 11, 2010

Sumpah!
Ingin kubungkam mulut kotormu
Ingin kubakar manuskrip jahatmu
Kalo perlu kuketok batok kepalamu
Biar betul!

Jangan, ngomong seenak -udelmu
nulis seenak-otakmu
kita ini tempat salah
tempat lupa

Tapi sepertinya,
kamu tak lagi lupa
roti-gandum sudah membuatmu gila

Hei,..
Nanti ada masanya
Mata, kaki, telinga, tangan
mereka yang bicara

Ingat itu!

Aku tidak tahu!

February 5, 2010

Aku tidak tahu
Kamarku jadi sepi
Begini

Mestinya tidak seperti ini
Aku bisa mati
Dibunuh sepi

Harusnya ada yang menghibur
Harusnya ada yang diajak bicara
Harusnya ada yang bersuara
Tapi,
semua dongeng yang diceritakan si bantal aku sudah hafal
sedang si dinding memilih membisu: sedih
Dan, si guling selalu saja tidur di awal

Mestinya tidak seperti ini
Aku bisa mati
Dibunuh sepi

Aku tidak tahu
Kamarku jadi sepi
Begini

Siapa membuat sepi?

Kau aku

January 23, 2010

Kau mulakan cerita…
Mengadu pada malam;
Adakah pencuri? Aku kehilangan, kata mu.
Aku tersenyum membaca mu
Inilah sepakat itu, jawab ku.

Kau lama sekali terdiam
Kata mu: sedih

Aku lagi senyum
Dulu, mengapa tak kau jawab saja “iya!”
Diam-diam ku pintal kata-kata:
andai saja engkau tahu…

Kini, kau aku adalah tawanan
waktu
terbelenggu, dan
menunggu


%d bloggers like this: