Archive for the ‘perjalanan dinas’ Category

Bis DAMRI + Surabaya..

April 25, 2011

Pernah ke Surabaya? Apa yang paling Anda ingat tentang Surabaya? Panasnya?! Bahasanya?! Pecelnya?!

Masing-masing dari Anda pasti punya rekaman yang berbeda-beda, sesuai dengan keadaan hati Anda. Harus diakui, saat tiba di Surabaya kita akan disambut hawa panas saat turun dari Bis di terminal Bungurasih. Ketika kita memutuskan untuk masuk lebih jauh ke bagian yang lain, kita akan mendapati orang-orang dengan bahasa yang lucu. Setidaknya menurut saya. 😀

Hal yang masih membekas di hati saya, tentang Surabaya adalah bis DAMRI-nya. Bukan tentang keistimewaan si Damri, kisah ini menyoroti Damri dari sisi yang lain.

Hari itu, saya bersama seorang kawan yang lain menjelajah kota Surabaya. Menerobos jalan-jalan tengah kota yang padat. Rasanya, suhu udara waktu itu lebih panas dari biasanya. Benar saja, saat saya melongok ke luar jendela saya dapati awan-awan bersicepat memenuhi langit Surabaya kota. Serupa kain abu-abu besar yang dibentangkan begitu saja. Entah oleh siapa.

Berdua, di dalam bis kami berdiskusi. Menentukan siapa yang sebaiknya lebih dahulu dikunjungi. Hal ini kami lakukan karena waktu yang kami miliki terbatas. Tidak ada tujuan lain kecuali efisiensi.

Saking asiknya bercakap-cakap, kami tak menyadari jikalau titik-titik air mulai berjatuhan dan menimbulkan suara saat membentur badan bis. Kami seperti sedang ditembaki dari atas.

Hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya adalah para penumpang berdiri dan berpindah tempat duduk setelah terlebih dahulu mendongak ke atas. Kami pun demikian, karena terpercik air hujan. Entah dari mana datangnya? Dan pertanyaan itu terjawab saat saya mendongakkan kepala: rupanya atap bis bocor. Haduh!

Tanpa perlu berdebat, kami memutuskan pindah tempat duduk. Bergeser ke kursi yang berada di seberang tempat duduk kami sebelumnya.

Lega. Itulah yang kami rasakan. Lalu, kami pun tertawa kecil dan saling menatap. Seperti ada yang mengkomando. Begitulah!

Bis tua itu terus berjalan. Dari suara mesinnya, bisa saya rasakan betapa ia telah menempuh perjalanan yang teramat jauh. Perjalanan yang ia sendiri tak tahu sampai kapan. Mungkin sampai ia benar-benar tak bisa berjalan, baru akan berakhir. Perancang bis ini tentunya bukanlah orang sembarangan.

Saya kembali mendongak, memastikan tak ada lubang di atap bis tempat saya duduk. Alhamdulillah, masih tertutup rapat. Saya yang cukup lelah memilih untuk menyandarkan punggung. Kantuk pun menyergap. Saya setengah sadar…

Raga ini semakin lemas saja. Tidur adalah pilihan yang bijaksana. Karena untuk sampai ke tempat tujuan masih setengah jam lagi.. Saat niat sudah bulat, tiba-tiba air kembali memercik mengenai kaki saya. Buru-buru saya mendongak. Mengamati lebih teliti bagian atap. Nihil. Tapi, saya dapati percikan air itu semakin sering. Selidik punya selidik ternyata kursi yang saya duduki berada tepat di atas ban belakang bis. Dan, di bagian yang menjorok ke dalam badan bis sudah menganga… walah! DAMRI. DAMRI…!

Kepada, Bung Tomo..

December 18, 2010

Aku datang..!!

Jumpa Saudara

December 10, 2010

Hari ini: jumpa saudara jauh. Mudah-mudahan yang di sana baik-baik. Maaf, saya nggak bawa oleh-oleh. 🙂

HaPe

October 16, 2010

Kemarin hape saya ketinggalan. Ini sudah yang kedua kalinya dalam bulan ini. Fffuuhhh… Parah! 😦

Entah kenapa, benda yang setia menemani saya kemanapun saya pergi itu bisa tertinggal. Dan, rasanya jadi aneh. Saya seperti sedang sendirian di dunia ini. Tidak ada yang nelpon. Tidak ada sms masuk. Sepi.. Bener-bener aneh!

Saya jadi parno. Jangan sampai deh kejadian itu terulang untuk ke tiga kali. Ngga enak banget. Mo nelpon orang rumah ngga bisa. Mo nanya-nanya ke temen juga ngga bisa. Padahal, hari itu saya ada janjian ke suatu tempat yang belum pernah saya datangi. Hanya catatan kecil dari seorang kawan yang jadi patokan. Dan, hari itu mendung. Eh, salah, gerimis ding..! Sempurna sudah keanehan hari ini. Duh.. 😦

Akhirnya, terjadilah apa yang terjadi. Saya bener-bener tersesat. Waduhh.. Gimana nich?! Mana ngga punya sanak sodara di sekitar situ. Sempat terpikir untuk kembali pulang saja. Tapi, ah, itu nanti. Kalo sudah tidak ada yang bisa dilakukan.

Tinggal satu harapan saya: berdoa. Semoga ada orang yang mengenali saya lewat. Menanyai saya. Menawarkan untuk mampir dan menyuguhi segelas minuman hangat. Kemudian, mengantar saya ke tempat tujuan. Amboi.. sedapnya.. 😀

Alhamdulillah, tak berapa lama kemudian, benar-benar ada seorang laki-laki menghampiri saya. Ia mengenali saya. Alhamdulillah. Hal yang membuat saya merasa lebih tenang sore itu adalah dia membawa hape. Yes! Dunia kembali terang benderang. 😀 Singkat cerita, akhirnya sampailah saya di tempat tujuan.

Pesan saya, jaga baik2 hape Anda. Jangan ditinggal di rumah. Karena rezeki bisa saja datang kapan saja melalui hape Anda. Waspadalah.. Waspadalah..!!

Suatu hari di sebuah tembok

August 2, 2010

Foto008

* Saya berharap, bukan Anda yang melakukan hal di atas. 🙂


%d bloggers like this: