Archive for the ‘imajinasi’ Category

Repost-Ternyata, orang pilek itu kayak SUPERHERO (ngakak)

August 29, 2012

Semua orang benci pilek. Gue juga. Tapi, gue nggak yang benci-benci amat. Apalagi, sampai menjadikannya alasan buat bunuh diri. Nggak. Nggak lucu aja, kalo sampai ada Headline di koran nasional yang judulnya GARA-GARA PILEK, SULAIMANN BUNUH DIRI.

Buat gue, pilek itu anugerah. Iya, bener. Gue terangin..

Sadar nggak, sih, elo, kalo lagi pilek kita itu kayak superhero. Ya, nggak? Yang namanya superhero, sebelum mendapat kekuatannya pasti mengalami fase menderita. Ya, badannya panas-lah. Terluka-lah. Lemes-lah. Keringetan-lah. Mencret… Emmm, kayaknya belum pernah ada superhero yang mengalami mencret. OK. Lupakan tentang mencret. Orang yang mau pilek juga gitu. Demam. Nggak doyan makan. Pusing. Ini sama kayak superhero-superhero. Ada fase menderita sebelum mendapatkan “kekuatan”-nya.

Setiap superhero punya senjata. Gue ulangi, senjata. Coba lihat Iron Man. Dia bisa ngeluarin tembakan dari telapak tangannya. Hebat?! Ya iyalah. Spiderman juga nggak kalah. Dari tangannya dia bisa ngeluarin jaring serbaguna dan tahan lama-nya. Wolverin pun demikian. Punya senjata rahasia di kedua tangannya.

Orang pilek juga punya. Letaknya di hidung. Senjata orang pilek adalah cairan bening yang kental dan nggak habis-habis. Einstein menyebutnya: ingus. (Bentar, bentar.. Einstein?!) Iya, gue ngaco.. Dan, yang namanya ingus tak kalah hebat dari senjata superhero yang lain. Ingus juga bisa dipake buat ngusir teman. (Kok teman?!) Ya, iya dong, masak orang pilek mo ngelawan penjahat. Yang bener aja.

Berikut cara membuktikan kehebatan. Silakan elo keluarin ingus elo dari hidung dengan perlahan. Ingat: perlahan. Begitu ingus elo nongol, elo jawil temen elo. Kasih tahu kalo ingus elo keluar dan elo perlu segera ke kamar mandi. Kalo elo jago berbahasa tubuh, cukup dengan menunjuk ke arah hidung temen elo udah ngerti. DIJAMIN, temen elo langsung minggir. Kecuali, kalo temen elo ngira elo mau transfer energi ke dia.

Gue yakin, dengan pilek, Tuhan sebenarnya ngasih kita kesempatan, biar kita tahu gimana rasanya jadi superhero. Gue yakin.

SLRUUUPP..!!!! *ngelap ingus*

Buat yang lagi pilek, tetap semangat! Jangan pernah memprotes Tuhan atas pilek yang dianugerahkanNya kepada kita.

sumber: dari sini.

Baca juga [recomended]: Diare Itu Mencret, Jendral!

Cara saya..

July 1, 2011

Saya punya cara memahami sesuatu yang berbeda dengan kebanyakan orang. Sering. Terlalu sering malah. Sehingga tak jarang saya ketawa-ketiwi sendiri.

Ada banyak hal yang menurut orang kebanyakan itu biasa-biasa saja. Tapi, bagi saya itu hal yang luar biasa.

Seperti gambar berikut ini:

Foto002

Gambar ini saya ambil ketika saya berada di kamar mandi sebuah instansi. Biasa kan?! Ga ada yang lucu memang. Begitulah…

Tapi, saya ketawa-ketiwi. Setelah sebelumnya mengalami ketakutan. Kok bisa?! Ya bisa lah. Saya gitu lohhh…. Okelah saya jelaskan sedikit. Sedikit aja yach..

Saya yakin, yang membuat dan memasang tulisan itu berharap agar apabila ada orang yang kencing di kamar mandi itu membersihkan air seni dengan cara menyiramnya. Sampai bersih. Tetapi, saat tulisan itu saya yang baca: saya shock!

Soalnya saya membacanya saat kencing. Andai saja sebelumnya mungkin kejadiannya akan lain. Bisa jadi, saya mencari kamar mandi yang lain. Lho kok? Ya iyalah, saya merasa terancam. Siapa yang mau coba, kalo sehabis kencing tahu-tahu disiram. Ngga ada yang mau kan?!

HABIS KENCING DISIRAM

Serem kan?! Atau, jangan-jangan tulisan itu memang dibuat agar tidak ada orang yang kencing di situ ya?! Kalo nekad, disiram. Gitu. Anehnya, siang itu tidak ada orang yang berjaga di situ untuk menyiram orang yang kencing di kamar mandi itu. Hmmm…

Ah, entah lah…

*kerja lagi..

Imajinasi..

May 30, 2011

“Imajinasi itu lebih penting daripada ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan sifatnya terbatas sementara imajinasi melingkupi seluruh dunia.”

Tahu kan, siapa yang menyampaikan ucapan itu? Hah, gak ngerti?! Waduh, gimana ini.. Udah 2011 lho! (Trus, apa hubungannya coba?!) :

Adalah Albert Einsten, orang yang mengucapkannya. Tentang maksud dari perkataannya saya yakin Bro n Sist udah faham. Intinya, bahwa imajinasi itu luar biasa! Imajinasi telah mendahului pengetahuan beberapa langkah. Dan, sepertinya imajinasi menjadi inspirasi bagi para ilmuwan dalam menciptakan sesuatu. Misalnya, robot.

Ngomong-ngomong tentang imajinasi sebenarnya saya juga punya. Tapi… Imajinasi saya termasuk aliran sesat. Saya berdoa semoga hal ini tidak menular. Hmm.. begini maksud saya. Saya sering kali berbeda dalam memahami persoalan. Sebetulnya untuk hal-hal yang sifatnya ambigu saja. Contohnya, ada di tulisan saya yang ini.

Dan, kali ini saya akan bercerita tentang kesesatan saya yang lain. Bersiaplah..!! (halah!)

Menurut Bro n Sist, lomba apakah yang paling aneh? Mancing? Mendaki? Lomba makan? Lomba masak? Lomba adu kuat? Atau…. apa?

Kalo saya? Lomba yang paling aneh adalah lomba mewarnai anak. Lho? Kok bisa?! Nah, itu dia. Dalam bayangan kebanyakan orang, ini adalah lomba memberi warna pada gambar yang diikuti seorang anak. Biasanya dengan batas usia tertentu. Tetapi beda dalam imajinasi saya. Menurut saya yang menjadi peserta adalah orangtua si anak. Hah?! Iya. Jadi begini. Ini adalah lomba mewarnai anak. Jadi, di situ ada orangtua-orangtua berkumpul sambil membawa peralatan lomba mewarnai. Objek yang diwarnai adalah anak mereka sendiri-sendiri. Jadi, di akhir lomba akan didapati anak-anak kecil penuh warna berdiri di depan podium menunggu penilaian dewan juri. Saya membayangkan akan ada anak usia 5 tahun tubuhnya berwarna pelangi. Atau, ya minimal seperti yang di film Avatar lah. Apa? Belum nonton?! Capek deh…

Dan tahukah Bro n Sist, saat tadi saya iseng-iseng googling ternyata ada lomba yang setingkat lebih aneh. Ini dia:

lomba mewarnai2

No comment dech! peace

Gambar diambil dari sini.

Kenapa coba?

April 28, 2011

Saya ingin bertanya, mohon dibantu dengan menjawab..

Sebenarnya, berapa usia google?

Apakah hal ini penting? Bagi saya, iya. Beberapa orang menyebut di halaman blog-nya atau di dalam sms-nya sebagai mbah. Mbah Gugel. Atau, jangan-jangan ada kriteria lain selain usia sehingga seseorang atau sesuatu disebut mbah.

Tolong dibantu ya… (logat pak Tarno)

Potong Rambut

January 11, 2011

Kemarin sore saya potong rambut. Hal ini terpaksa saya lakukan karena saya berniat tidak akan memanjangkan rambut seperti dulu lagi. Kapok. Gara-gara memanjangkan rambut saya dituduh sebagai istri orang. Gara-gara rambut gondrong juga saya mendapat sebutan baru: Mbak. Hadoh… Sejak itulah, saya membulatkan tekad untuk tidak gondrong lagi. Makanya, sore ini saya mendatangi tempat potong rambut. Madura, coy

Kenapa ke Potong Rambut Madura [PRM]? Karena mereka terkenal. Sebenarnya sich, sesekali saya pengen potong rambut di POTONG RAMBUT JAWA, tapi sayangnya saya tidak menemukannya.

Kenapa Jawa? Pertanyaan yang bagus. 😉

Begini, saya cukup sering memotong rambut di PRM. Di PRM rata-rata ada 2 sampai 5 tukang potong rambut. Yang berasal dari Madura, tentunya. Saat memotong rambut mereka sering sekali mengobrol dengan sesama tukang potong yang lain. Pake bahasa Madura pula! Ini membuat saya tidak nyaman. Saya seperti tidak sedang di Bumi. Saya tidak faham apa yang mereka omongkan. Bisa jadi mereka sedang menggunjing saya. Atau, sedang mentertawakan gaya rambut saya yang minimalis. Ya kan?! Meski begitu, saya memilih untuk berpikir positif. Karena dengan begitu saya tidak merasa sedang menjadi tikus percobaan. Dan, bila sedang berpikir positif saya suka senyum-senyum sendiri.

Mau tahu cara saya berpikir positif? Check it out! 😉

Percakapan antara 2 orang tukang potong rambut di PRM.

Madura 1 : &$^$(@$^ $*@^*^$@*^$@^%#&$^$?

Madura 2 : &^%(%7 (&%* ….

Madura 1 : &(*$^$%(&^@%%!! &5697?

Madura 2 : &*%%*^%^^&%#)^*& *%@(* ^%&%^ …. &68?

Madura 1 : &%(@&8? (%^(^$%@&^) % ^&%^%@$@%)*…

Madura 2 : &^(%(@$^(*%&^^.. &$^$(@$^ $ ^$@^%#&$^

Madura 1 : &%)%&^% ^^ @$%&$*…??

Madura 2 : *&%)7!!

Madura 1 & 2 : [tertawa]

Terjemahannya [versi saya]

Madura 1 : Siapa yang sedang kau potong rambutnya itu?

Madura 2 : Gag tahu….

Madura 1 : Sepertinya sering ke sini ya?

Madura 2 : Iya sich. Kayaknya 2 bulan yang lalu juga ke sini.…. kenapa?

Madura 1 : Kayak artis ya? Udah gitu orangnya ramah. Pasti banyak yang naksir..

Madura 2 : Masak iya sich.. Tapi menurut dia saya gag ganteng.

Madura 1 : Gag ganteng. Trus menurut loh…??

Madura 2 : Ganteng banget!!

Madura 1 & 2 : [tertawa]

Pembaca dimohon untuk tidak mengajukan protes. Ini sekadar usaha menghibur diri sambil nunggu pemotongan rambut selesai. Biasanya sich cepet. Karena saya suka memotong rambut dengan gaya rata. Biar adil. Jadi, setiap rambut disisain 1 senti. 🙂


%d bloggers like this: