EO

Saya pernah menjadi bagian dari sebuah event organizer (EO). Tapi, itu dulu sekali. Jaman masih kuliah.

Karena pengalaman itu, saya jadi agak sensi saat datang atau menikmati sebuah acara. Beberapa hal pasti saya cermati dan kritisi walaupun dalam hati saja. Ini seperti sudah otomatis. Semacam reflek gitu. Maklum, dulu dalam mempersiapkan sebuah acara saya dituntut se-perfect mungkin.

Sebenarnya sejauh mana persiapan sebuah acara bisa dinilai dari 1 menit awal acara dimulai. Seterusnya sebuah acara akan selalu begitu. Tempo acaranya. Gebyar acaranya dan sebagainya. Disinilah perlunya sebuah acara dikemas. Agar bisa dinikmati atau ditampilkan seseuai tujuan acara.

Nah, malam ini saya kebetulan hadir di acara yang diprakarsai kawan-kawan pemuda. Mengikuti acaranya, jujur saja, mendadak banyak hal yang ingin saya tularkan. Saat sedang menulis postingan ini saya sedang gemes segemes-gemesnya. Acara sudah bagus, hanya masih ada hal-hal kecil yang perlu “dirapikan”. Inilah yang membuat saya gemes segemes-gemesnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: