Sedikit sungkan

Bulan ramadhan adalah bulan yang spesial buat gue. Karena di bulan ini semangat gue untuk menjadi pribadi yang nyar’i benar-benar membara. Kalo sudah begini, gue bakalan habisan-habisan. Mulai dari mengubah mode pakaian, nge-update jadwal pengajian, setor hafalan, semuanya gue jalankan. Namanya juga bulan spesial.

Perubahan tampak pada diri gue. Jambang mulai gue panjangin. Jenggot? Sudah pasti itu. Baju gue ke mesjid jadi lebih sering memakai baju takwa. Lengkap dengan pasangannya: parfum yang harganya seratus ribu. Seratus ribu dapet sepuluh botol, maksudnya. Hehehe…

Sebagai orang yang sedang serius mengejar gelar orang yang bertakwa gue cukup terlihat bersemangat. Untuk urusan sholat misalnya, gue selalu berangkat awal agar mendapat shaf terdepan. Urusan baca Al-qur’an jangan ditanya, coy. Dan, selama bulan ramadhan ini gue nggak bosen mengulang-ulang hal yang sama. Terutama, saat menghafal surat-surat dalam Al-Qur’an. Ini ajaib.

Sudah menjadi resiko, saat tampil nyar’i orang akan berprasangka kalo kita ini punya pemahaman agama yang lebih baik dibanding orang-orang. Akibatnya, orang akan menghormati kita. Namun, tidak dipungkiri bahwa ada pula sebagaian orang yang justru jadi sedikit sungkan.

Mungkin, karena hal inilah ada sebagian orang rada sungkan ke gue. Jangankan untuk bertemu, mengirim suratpun sudah tak boleh. Eh, sebentar, sebentar, ini kok jadi lirik lagu sih..

Fokus, men, fokus!

Oke. Intinya ada sebagian orang jadi sungkan bertanya atau menegur saat mendapati gue berbeda dengan mereka. Kalo gue sih husnudzon saja. Mungkin, gue dianggap lebih berilmu. Padahal, ya gue sama kayak mereka. Bedanya gue lebih bersemangat.

Tibalah suatu saat, sedikit sungkan orang-orang ini membawa akibat buat gue.

Waktu itu, gue sholat di mushola dekat rumah mertua gue. Seperti biasa gue hadir di awal waktu demi mendapat shaf terdepan.

Tak berapa lama, muadzin mengumandangkan iqomah tanda segera dimulainya sholat.

Belum selesai sholat isya gue udah beberapa kali menguap. Mungkin, gue sebenarnya letih setelah beraktifitas seharian. Tapi semangat gue yang membara membuat semua itu tidak terasa.

Selepas sholat isya, lanjut sholat tarawih didirikan. Gue merasa makin lemes. Sesekali mata gue terpejam. Kaki terasa lunglai. Nafas menjadi pendek-pendek. Kesimpulannya gue ngantuk.

Dua kali empat rekaat sholat tarawih sudah terlalui. Giliran imam maju berdiri di mimbar untuk menyampaikan kultum. Kuliah tujuh menit. Normalnya sih segitu, tapi di indonesia bisa lebih dari tujuh menit. Malah, ada yang tiga kali tujuh menit.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh….” Sapa imam.

Tanpa dikomando makmum serentak menjawab “Wa ‘alaikum salaam. Warahmatullahi wabarakatuhhh…” Termasuk gue. Meski, hanya dengan tenaga yang tersisa.

Setelah menjawab salam gue mendengar imam menyampaikan materi tentang husnudzon. Cukup menarik. Hanya saja, gue ngerasa ada yang aneh. Semakin lama suara imam terdengar semakin pelan. Semakin pelan. Semakin pelan dan gelap. Iya, gelap!

Setengah sadar setengah enggak gue bisikan ke diri gue sendiri: tetap tenang… jangan panik.

Lalu suasana makin hening. Tidak ada satu suara pun. Kondisi masih gelap. Hal ini berlangsung beberapa menit hingga tiba-tiba terdengar suara bergemuruh.

AAMIINNN…..!!!

Gue terperangah. Dalam kondisi setengah sadar gue edarkan pandangan. Dan, terjadilah apa yang terjadi. Jamaah lain sudah berdiri. Imam pun mulai membaca surat pendek.

Seketika gue berdiri. Lalu mengambil posisi dan mengikuti jamaah lain. Wajah gue terasa hangat. Lalu serasa mengecil. Jantung berdegup kencang, lalu berkata: Inikah rasanya jatuh cinta?

Lalu hati gue menjawab, “Bukan. Loe nggak sedang jatuh cinta. Tapi, barusan sedang jatuh harga diri loe.”

“Apa…?!” jawab jantung gue.

Malam itu sholat witir terasa sangat berbeda dengan biasanya. Beberapa pertanyaan berkelebatan dalam pikiran gue. Tadi gue kok nggak ngerasa dibangunin orang disebelah ya? Jangan-jangan gue yang nggak denger? Atau, mungkin mereka sedikit sungkan mau bangunin gue… Mungkin…

 

Advertisements

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: