Hari Istimewa?

Anakku.. Hari ini usiamu genap tiga tahun. Tidak ada yang istimewa di hari ini. Seperti tahun lalu, saat usiamu genap 2 tahun.

Anakku.. Hari ini tidak kue tart dan lilin. Juga tidak ada nasi tumpeng warna kuning yang dihiasi abon dan telur goreng yang diiris-iris. Bukan karena Abi tidak mampu mengadakannya, Nak. Bukan. Abi hanya tidak punya jawaban jika kelak kamu bertanya, "Abi, kenapa di hari yang bertepatan dengan tanggal lahir kita membuat nasi tumpeng warna kuning dihiasi abon dan telur georang yang diiris-iris?" Abi pasti akan kebingungan. Abi sangat tahu kalo kamu punya daya kritis yang luar biasa. Abi juga sangat tahu kamu tidak bisa menerima jawaban yang asal-asalan.

Anakku.. Suatu hari nanti akan kamu dapati banyak orang membuat nasi tumpeng warna kuning yang dihiasi abon dan telur goreng yang diiris-iris di hari yang bertepatan dengan tanggal lahir mereka. Jangan risau, Nak. Yakinlah apa yang kita lakukan sudah benar. Kebenaran tidak ditunjukkan dengan banyaknya orang yang mengikuti sesuatu. Fahami itu.

Anakku.. Ketahuilah, Abi dan Umi selalu menyayangimu. Tidak perlu menunggu datangnya tanggal lahirmu untuk sekadar membelikanmu mainan atau pakaian. Tidak perlu menunggu datangnya tanggal lahirmu untuk mendoakanmu, Nak. Setiap hari. Setiap selesai shalat kami senantiasa mendoakanmu, Nak. Karena kami sangat menyayangimu.

Ingat baik-baik anakku, Abi dan Umi sangat menyayangimu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: