Sudah tua

Beberapa hari yang lalu saya ngobrol dengan kawan lama. Kawan kuliah. Kawan seperjuangan.

Obrolan itu seru meski berlangsung via handphone. Satu orang teman saya menyapa dengan sms. Sedangkan, kawan yang satu lagi menyapa lewat whatsapp.

Sebagaimana orang yang sudah lama tidak bertemu, kami saling bertanya kabar. Sekarang kerja dimana. Dan, anaknya berapa. Sungguh klise pertanyaan-pertanyaan itu. Tapi, entah mengapa pertanyaan itu selalu menjadi andalan ketika bertemu kawan lama.🙂

Setelah beberapa saat mengobrol, saya baru menyadari, ada sesuatu yang berbeda. Dulu, mereka menyapa saya dengan nama panggilan. Men. Man. Bro. Atau, panggilan akrab yang lain. Sekarang, mereka memanggil saya: Mas. Entahlah, ini kemajuan atau apa? Di satu sisi saya merasa dihormati. Sangat. Tapi, disisi yang lain saya merasa kehilangan teman saya yang dulu.

Saya jadi kangen “Teman Saya Yang Dulu”. “Teman Saya Yang sekarang” tidak asik. Sesuatu telah merampas “Teman Saya Yang Dulu” dari dunia saya. Atau mungkin, karena mereka sekarang sudah jauh lebih dewasa (baca: tua). Sehingga, bahasa dan gaya mereka pun mulai tua. Mengikuti pakem yang selama ini dipakai oleh orang-orang tua. Dan, ini membuat mereka menjadi orang lain di mata saya. Entahlah…

Mungkinkah, saya yang lambat menyadari bahwa saya juga sudah mulai tua?

*i miss you friends.. i miss the old of you.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: