Blog = diary modern

Blog itu diary. Diary yang diumbar. Boleh dilihat siapa saja. Boleh dibaca siapa saja. Dan, boleh dikomentari apa saja.

Isi sebuah diary tidak selalunya melulu tentang persahabatan, cinta, pengkhianatan dan patah hati. Diary bisa diisi apa saja. Pengalaman hidup. Perjalanan ke suatu tempat. Bahkan, diisi catatan hutang pun boleh. Terserah yang punya.

Warna dan bentuk sebuah diary juga rupa-rupa. Ada yang minimalis. Ada yang gambar kartun. Ada yang gambar artis idola. Ada juga yang gambar abstrak. Tidak ada aturan khusus bahwa sebuah diary harus berupa buku mungil berwarna biru dan dan kertasnya berbau harum, kemudian ada pembatas halaman terbuat dari pita dan di sampulnya ada tulisan DIARY BOOK. Kita bahkan bisa menjadikan tembok kamar sebagai sebuah diary. Ada kan, yang suka nulis-nulis di tembok kamar? Misalnya saja, “10 Januari 2011, gue jadian sama di Dewi”. Berada di dalam gambar “i love you”. Nah!🙂

Hari ini kita berada sangat dekat dengan teknologi yang sudah berkembang pesat. Menulis di buku mungil atau di tembok kamar mungkin sudah tidak menarik lagi (?) Alasannya, tidak ada orang yang peduli dengan tulisan kita. Mau kita jatuh cinta. Patah hati. Mau jungkir balik tidak ada orang yang peduli. Karena mereka tidak pernah membaca tulisan kita. Lagi pula, dahulu, adalah hal memalukan jika diary tulisan di tembok kamar itu sampai di baca orang lain. Bukan begitu?

Itu, dulu. Lagi-lagi, hari ini zaman telah berkembang sedemikian pesatnya. Agaknya orang sudah tidak malu lagi menunjukkan diary-nya ke publik. Meskipun, apa yang tertulis di dalam diary itu sesuatu yang konyol. Ada orang yang jadi terkenal karena mengumbar diarynya. Bahkan, jadi idola.😀

Apa yang membedakan diary tempo dulu dengan sekarang? Dulu, diary itu tempat kita menulis rahasia agar tidak diketahui orang. Atau, tempat kita mencurahkan perasaan saat kita tidak menemukan orang yang pantas untuk dijadikan pendengar. Saat ini, diary itu seni. Karena dianggap sebagai barang seni maka orang berlomba memamerkannya. Teknologi membuatnya semakin mudah. Muncullah blog sebagai diary masa kini.

Tak lama, bentuk diary masa kini jadi semakin mungil. Sebab, tak lama setelah blog membanjir muncul facebook. Twitter. Dan, microblog lainnya. Dengan microblog itu seseorang tak perlu menulis panjang untuk bercerita. Bahkan, tanpa menulis. Cukup dengan mengupload sebuah gambar. Hebat ya?!😉

Kesimpulannya, diary tidak pernah mati. Ia hanya beralih rupa. Kira-kira, 20 tahun ke depan bentuk diary seperti apa ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: