Passion

Hal pertama yang terlintas saat membaca tulisan orang lain adalah saya bisa menulis seperti itu. Meskipun, setelah benar-benar berada di depan komputer keinginan itu memudar. Menyublim begitu saja. Padahal, awalnya sangat semangat.

Berulang kali saya alami hal itu. Saya yakin banyak juga orang lain yang mengalaminya. Pernah, saya punya keinginan untuk bisa menulis di blog setiap hari. Nyatanya, tubuh dan jiwa saya tidak kompak. Saat bersemangat untuk menulis, tubuh saya lagi di kantor (kerja). Dan, ketika tubuh sudah bebas, giliran jiwa saya yang down. Mungkin, ide tadi siang sudah tidak menarik lagi bagi jwa saya, sehingga tidak semangat menuliskannya.

Sebuah alasan yang cukup mendasar atas apa yang saya alami ini adalah saya belum punya jawaban yang memuaskan untuk pertanyaan yang sering muncul tiba-tiba: untuk apa menulis?

Tulisan saya belum laku. Atau, jangan-jangan, belum laku karena saya tidak getol menjualnya ya..? Nyatanya, pernah tulisan saya dimuat disebuah buku yang diterbitkan penerbit Yogyakarta lho..

Lalu..?

Ini adalah pertanyaan lain yang saya juga belum memiliki jawaban memuaskan atasnya. Jika saya ikuti terus pertanyaan-pertanyaan yang datang silih berganti maka saya yakin bahwa muara semua pertanyaan itu semua hanya satu. Passion.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: