esemes..

Siapa yang tidak kenal sms. Fasilitas untuk mengirim dan menerima suatu pesan singkat berupa teks melalui perangkat nirkabel (hand phone) itu sudah sangat familier di Indonesia. Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun sangat akrab dengan teknologi itu. Biayanya yang relatif murah membuat teknologi itu juga digandrungi kawula muda. Meski sederhana teknologi itu mampu menjembatani kebutuhan mereka dalam berkomunikasi.

Sms pertama kali diperkenalkan tahun 2001 dan langsung menjadi primadona layanan seluler waktu itu. Ia menjadi solusi komunikasi yang mumpuni.

Meski dipuji, teknologi sms bukan berarti tanpa cela. Karena yang muncul di layar hand phone hanya tulisan maka sering kali si penerima keliru mengartikan maksud si pengirim pesan. Misalnya saja, sms yang sebenarnya pertanyaan biasa disangka sindiran. Si pengirim tenang-tenang saja, tetapi si penerima menyangka ia sedang marah.

Dulu sepertinya pernah ada penyedia layanan mirip sms, tapi berupa rekaman suara si pengirim pesan dalam durasi tertentu. Hanya saja, sepertinya kurang laku. Ato, saya yang tidak tahu sejauh mana “kelakuan”-nya..🙂 Ah, entahlah..

Kenapa saya tiba-tiba nulis tentang sms? Entahlah… Mungkin, karena saya sudah lama tidak menulis di blog ini. #lho?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: