Swami Uistri

Sore itu Swami pulang lebih awal. Sang Uistri menunggui di rumah dengan sabar. Uanaknya yang belum genap 3 bulan tertidur pulas di kasur empuk di depan tivi. Tidak ada sesuatu yang istimewa hari itu. Biasa saja seperti hari-hari yang lain.. Hanya saja, saat itu bulan ramadhan. Sore hari adalah waktu yang sibuk di keluarga Swami Uistri.

20 menit semenjak swami mengirimkan sms, tibalah ia di rumah. Uistri yang mendengar suara motor Swaminya, senang hatinya. Dalam kesibukannya mempersiapkan hidangan berbuka ia menyempatkan untuk menyambut kedatangan kekasih hatinya.

“Capek ya, Mas?” Tanya Uistri basa-basi. Senyum kecil menghiasi wajahnya.

“Iya. Capek buanget. Tapi, itu tadi, sebelum mendengar suaramu, Sayangku.” Jawab Swami yang memerahkan wajah Uistri.

Uistri tidak punya pilihan lain selain memalingkan wajahnya yang memerah. Sebenarnya ia senang. Tapi, tidak tahu harus bagaimana. Malu. Tapi, bahagia. Juga grogi..

Swami yang tahu istrinya salah tingkah melangkah menjauh. Ia meletakkan tas ransel yang sejak tadi digendongnya. Sejurus kemudian, ia meraih baju ganti. Lalu, bergegas menuju kamar mandi.

Allahu Akbar… Allahu Akbar!!” Waktu berbuka tiba. Swami Uistri menatap Uanak yang masih tertidur pulas. Kompak meski tanpa dikomando.

Swami Uisti duduk mengelilingi meja makan sederhana. Uistri yang tidak berpuasa memandangi Swami. Ia ingin memastikan bahwa Swami meminum teh manis buatannya.

Selepas menyantap sebiji kurma, Swami meminum seteguk teh manis. Mulutnya komat-kamit membaca sesuatu..

Dzahabad-dhoma’u wabtalil ‘uruuqu wa tsabbatil ajru, insya Allah..

Uistri masih memandanginya. Sebentar kemudian ia menyapukan pandangan ke seluruh ruangan. Lalu, bersiap berdiri.

Swami : “Mau kemana?”

Uistri : “Mau ke depan nemenin dedek.. Kan lagi ngga’ puasa. Ada apa?”

Swami : “Sayang.. Berbuka puasa itu hendaknya dengan yang manis. Makanya kamu di sini saja..”

Uistri : (tersenyum lebar dengan muka merah merona)

Advertisements

14 Responses to “Swami Uistri”

  1. anonim Says:

    gombal banget dah,,, kwkwkwkw

  2. Derby Romero Says:

    Oom, manis itu di mata atau di lidah?

  3. Dinda Kanya Dewi Says:

    lebay …

  4. Derby Romero Says:

    @Dinda Kanya Dewi
    Tidak baik dinda mudah menghakimi orang. Biarkan ambo bertanya.
    *kok malah jadi oda faisal

  5. hanif khoiruddin Says:

    romantisnya abang inih.. πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: