Tandanya Sayang…

Suatu sore, saya main ke rumah seorang kawan.

Saya : *ngetuk pintu*
Adik Kawan Saya (ATS, seorang perempuan) “Ya.. sebentar.”
Saya : *menunggu*
AKS : *Mbukakan pintu: senyum* “Tumben, Mas!”
Saya : *senyum* “Iya. Kakak kamu ada?”
AKS : “Ada di dalam. Masuk dulu, Mas.”
Saya : “OK.”
AKS : “Eh, bentar ya, Mas. Saya tinggal ke warung depan sebentar.”
Saya : “Monggo…”

Saya lalu menunggu. Duduk sendirian di ruang tamu.

AKS : “Udah ketemu sama mas Anang?”
Saya : “Belum.”
AKS : “Sebentar saya panggilkan, Mas.”
Saya : “OK.” *mbaca koran yang ada di situ*

Beberapa saat kemudian…

AKS : “Nunggu bentar, Mas. Orangnya lagi mandi.”
Saya : *sambil mbaca buku* “OK. Gapapa, saya tunggu.”
AKS : “Mas, aku nanya sesuatu boleh ga?”
Saya : “Boleh.. Apa?” *Melihat ke arah AKS*
AKS : “Kenapa sich, kok kakak saya suka merintah. Suruh ini lah. Itulah.. Sampe bosen aku.”
Saya : “Ohh… itu tho. Biasa itu.”
AKS : “Biasa gimana?”
Saya : “Iya. Biasa. Itu tandanya sayang.” *nerusin mbaca buku lagi*
AKS : *bengong, wajahnya sedikit tersipu* “Masak sich…
Saya : “Iya. Bener.”
AKS : “Ohh ternyata tandanya sayang itu begitu ya.”
Saya : “Iya.. *hening sejenak* Sayang kalo punya adik didiemin aja. Mending di suruh-suruh. Ya kan?! Heheehe.. ” *senyum lebar*
AKS : “Hah…. dasar..!!!”

2 Responses to “Tandanya Sayang…”

  1. asa Says:

    Saya juga sering menasehati ponakan dan teman-teman di sekitar saya yang saya merasa dia lebih muda, bahwa kalao mereka curhat sedang dimarahi, maka tanda nya marah itu adalah sayang… dan jangan membenci orang yang memarahi mu.. begitu saya bilang… tapi sebenarnya kalau saya pikirkan lagi.. sepertinya sulit saya temukan korelasi antara sayang dan marah… marah ya marah.. gak ada sangkut pautnya dengan sayang.. entahlah

    • sulaimann Says:

      Apa yang akan Anda dilakukan, jika mendapati orang yang yang kita sayangi melakukan sesuatu yang mengandung resiko yang buruk? Tentu, kita akan mengerahkan sekuat tenaga untuk menyampaikannya. Karena memang perlu. Bahkan, jika harus dengan marah sekalipun. Jangan fokus kepada marahnya. Tapi, lihatlah dulu apa penyebabnya.😉

      Alangkah hebat orang yang bisa menahan marahnya. Marah yang menjadikan seseorang kehilangan kendali atas dirinya. Laa taghdhob wa lakal jannah!.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: