Fesbuk oh fesbuk…

*suatu hari*

Teman : “Mas, yang di fesbuk, yang namanya sulaimanXXXX itu sampeyan, kan?!”

Saya : (bengong)

Teman : “Iya, kan?! Kita kan sering saling komentar.”

Saya : (bingung)

Teman : “Wong, kalo saya bikin status sampeyan juga sering komentar kok. Ya kan?!”

Saya : (senyum)

Teman : (Merasa ada yang salah) “Itu akun sampeyan bukan ya, Mas?” (Ikut senyum)

Saya : “Bukan, Mas!”

Teman : (malu-malu) “Woalahh.. ternyata bukan sampeyan tho?!”

Saya : (senyum) “Bukan, Mas… Akun fesbuk sudah saya hapus, Mas. Udah lumayan lama malah.”

Teman : “Lha itu akun siapa ya? (senyum-senyum) Tak kirain punya sampeyan, Mas. Padahal udah dibela-belain rajin komentar…” (senyum)

Saya : (senyum-senyum)

Ternyata e ternyata, setelah ditutup pun akun fesbuk masih menjadi masalah buat saya. Dulu, waktu saya punya akun di fesbuk, saya sering khilaf. Keseringan fesbuk-an.😀 Karena hal itu, rekan kerja saya sering mengingatkan agar saya mengurangi kegiatan bersosial di dunia maya itu. Intinya, saya jadi gampang lupa dengan kewajiban saya di kantor. Payah!

Alhamdulillah, akhirnya saya pun mendapat hidayah setelah bermuhasabah (preett…!!). Saya mengambil keputusan, akun tersebut harus saya tutup. Harus! Tidak ada pilihan lain. Saya ingat ketika teman saya kuliah dulu bercerita,

Teman : “Kemarin saya ikut pelatihan. Pembicaranya keren. Mantap deh pokoknya.”

Saya : (manggut-manggut) “Hmmm….”

Teman : “Gini, Mann… Dalam seminar itu ada peserta yang bertanya: ‘Pak, saya punya masalah dengan gudang di perusahaan saya. Ada-ada saja masalah yang timbul di sana. Apa saran, Bapak?’ Kemudian, si pembicara menjawab: ‘Apakah tanpa gudang perusahaan Anda tetap bisa berjalan normal?’ ‘Bisa, Pak’ jawab si penanya dengan sedikit ragu. ‘Kalo begitu, gak usah pakai gudang. Selesai masalah Anda!’

Saya : (kagum) “Ck… ck.. ck.. Gitu ya?! Hebat..”

Nah, cerita itulah yang menginspirasi saya untuk menghapus akun fesbuk saya. Yang terpikir dibenak saya waktu itu adalah fesbuk = masalah. Jadi, kalo mau ngilangin masalah, tinggal menghapus akun fesbuk. Selesai! Ya kan?! Tapi ternyata tidak sesederhana itu.. Masih ada hal-hal diluar perhitungan saya.

Saya jadi kepikiran, bagaimana jika ada orang yang iseng menggunakan nama saya sebagai akun fesbuk mereka. Trus, mereka ngaku-ngaku menjadi saya. Waduh..!!

Adakah fesbukan adalah kutukan?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: