A linesman

Baru saja, seorang kawan [laki-laki] bercerita. Ia pernah menjadi seorang linesman di pertandingan Badminton tingkat dunia. Sebuah kebanggaan tersendiri tentunya bisa menjadi bagian dari hajatan internasional tersebut.

Hal yang menyenangkan, kata kawan saya itu, adalah ketika pertandingan telah usai maka kita bisa meminta kenang-kenangan dari atlet internasional yang bertanding. Biasanya kaos. Ya, kaos adalah hal yang pernah diminta kawan saya itu dari seorang atlet di event internasional pada tahun 1992. Namanya Doselina. Siapa dia? Saya juga tidak tahu. Saya cari di google juga ngga ada. [Atau, mungkin saya salah mengeja ya?!]

Terlintas dalam pikiran saya saat para pemain sepakbola bertukar kaos. Para pemain melepas kaos yang dipakai, t’rus, ditukar dengan kaos pemain lawan. Lha kalo yang ini, diminta. Jadi, tidak ada acara tukar-menukar kaos. Wong diminta kok. Yang membuat saya terkejut, ternyata yang namanya Doselina itu atlet perempuan. Nah lho?! Pertanyaannya adalah, kok ya si Doselina itu mau ngasih kaosnya gitu lho? Dan, kenapa kawan saya itu kok ya mintanya ke Doselina, bukan yang lain?

Waduhh..

Advertisements

2 Responses to “A linesman”

  1. arifromdhoni Says:

    Cara meminta kaosnya lain dengan pemain sepakbola mungkin πŸ™‚

    • sulaimann Says:

      Sama-sama kaos yang dipakai bertanding kok. Hanya saja, dikasihkannya setelah si atlet ganti kaos. Begitu keterangan dari narasumber.. πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: