Suatu malam di sebuah kampung

Tersebutlah, Kumbang, seorang tetangga saya yang belum lama menjadi seorang bapak. Dari pernikahannya ia dikaruniai seorang anak laki-laki. Tawon namanya, sebut saja begitu. Tawon tak seperti anak kecil kebanyakan. Jika malam tiba ia sering menangis. Dan kejadian ini tak urung membuat Kumbang menjadi bingung. Ia bertambah semakin bingung tatkala ada “orang pinter” yang bilang kalo anaknya digoda lelembut.

Sebagai bapak, Kumbang berusaha melakukan segenap kemampuan untuk melindungi anaknnya. Sayangnya, Ia memilih pergi kepada seorang “spiritualis consultant” yang kabarnya bisa melihat alam ghaib. Duh…😦

Ia pun beroleh petunjuk. Bahwa, pada malam tertentu ia harus berjalan mengelilingi rumah sebanyak sekian kali. Mirip orang yang sedang ronda. Yang bikin berat, Kumbang harus melakukannya tanpa selembar kain pun boleh menempel di tubuhnya. Hiiyyy… serem! Tujuan dari lelaku ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk “berdiskusi” dengan lelembut yang mengganggu anak lelakinya. Diharapkan, dari diskusi itu akan menghasilkan sebuah memorandum of understanding yang di dalamnya terkandung win-win solution. Memang, hal ini terdengar sungguh nyeleneh. Namanya juga usaha!

Di malam yang sudah ditentukan Kumbang memulai aksinya. Kumbang mengawali dengan cek dan ricek situasi di sekitar rumahnya. Memastikan bahwa kondisi aman dan terkendali. Setelah dirasa aman, Kumbang pun menanggalakan satu persatu pakaian yang ia kenakan. Sampai benar-benar b****. Sesaat kemudian, mulutnya komat-kamit. Lalu, ia pun berjalan mengitari rumah.

Sementara itu, di tempat yang berbeda, Semut, sebut saja begitu, seorang tetangga saya yang lain tengah berjalan pulang dari kegiatan bergadang rutinnya. Rutenya melewati rumah si Kumbang. Rute ini adalah rute yang paling pendek untuk sampai ke rumah. Maka sudah menjadi kebiasaan Semut untuk mengambil rute ini ketika pulang.

Dalam perjalanan pulang si Semut merasa ia kebelet pipis. Tanpa pikir panjang, ia pun segera mengambil posisi di balik semak-semak. Pipis di alam terbuka tanpa penutup adalah pantangan baginya. Porno.

Hujan lokal pun terjadi. Pohon-pohon mendapat pasokan urea cair tanpa bisa menghindar.

Sedang konsentrasi dengan hujan buatannya, tiba-tiba Semut dikagetkan oleh sesuatu. Dari kejauhan, ia melihat sebentuk lelaki tengah berjalan dalam keadaan tanpa busana. Setan kah?! Pikirnya waktu itu. Meski takut Semut ingin memastikan makhluk yang dilihatnya. Setelah makin dekat Semut pun tahu bahwa itu bukan setan. Laki-laki itu adalah Kumbang. Teman akrabnya. Maka setelah selesai dengan hajatnya ia pun bermaksud menyapa dari balik semak.

Semut: “Sopo kuwi?” (Siapa itu?)

Kumbang: *Kaget* “Niki kulo, Mbah. Kumbang. Bapake Tawon.” (Ini saya, Mbah. Kumbang. Bapaknya Tawon)

Semut: “Eneng opo?!” (ada apa?!)

Kumbang: “Badhe matur sekedik, Mbah. Saget Mbah?” (Mo ngomong sebentar, Mbah. Bisa, Mbah?)

Semut: *tertawa kecil karena tahu si Kumbang tidak menyadari keberadaannya* “Opo?” (Apa?)

Kumbang: “Niki, Mbah. Babagan anak kulo.” (Ini, Mbah. Tentang anak saya.)

Semut: *tak bisa menahan geli* “Keneng opo anakmu?” (kenapa dengan anak kamu?)

Kumbang: *mulai curiga. menoleh ke kanan kiri mencari sumber suara yang sepertinya ia kenali* “Rewel, Mbah.” (Rewel, Mbah.) *kembali menoleh mencari-cari sumber suara*

Semut: *ngga tega ngelihat temannya salah tingkah* “Ngopo kowe kuwi, Bang?!” (Ngapain kamu itu, Bang?!)

Kumbang: *kaget. Kesel. Dongkol* “Jancuk!! Jebul kowe tho, Mut!” (~mengumpat~ Ternyata kamu ya, Mut.)

Semut: “Ha haa ha..

Kumbang: *malu. berhubung ketangkap basah. ya sudah!*

Keduanya tertawa. Malam itu sungguh menjadi pengalaman berharga buat Kumbang. Mungkin, untuk bisa berdiskusi dengan “lelembut” yang ngganggu anaknya tidak efektif lagi dengan cara seperti itu. Ini kan abad 21. Pake REG (spasi) LELEMBUT (kirim ke) 8910 barangkali lebih efektif. Halah!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: