Demi Cinta

Seorang gadis rela diajak lari dari rumah oleh kawan lelakinya. Ia tak peduli dengan kedua orang tuanya yang menangisi kepergiannya. Yang ada dalam pikirannya adalah saat ini hanya lelaki itu yang bisa membuatnya bahagia. Dengan tatapannya. Senyumannya. Rayuan gombalnya. Dan beberapa hal lain yang menurutnya romantis. Hingga, ketika diajak pergi dari rumah, bukanlah sesuatu yang berat baginya. Rintangan apa pun siap dihadapi. Karena ia bahagia. Dan, kabarnya orang yang bahagia tidak mengenal lapar. Entah?

Demi apa yang dicintai seseorang rela melakukan apa saja. Jangankan cuma diajak lari dari rumah. Diajak melakukan yang lebih dari itu pun, mungkin, akan dijalani dengan senang hati. Tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Dan, karena cinta seseorang bisa membenci orang lain yang ia ketahui bahwa orang itu sangat menyayanginya. Aneh?! Tidak juga. Sebab cinta itu sumber kekuatan yang luar biasa. Yang mampu mengubah ketidakberdayaan menjadi sebuah kekuatan tak terkalahkan. Mengubah sesuatu yang dingin menjadi panas membara.

Sayangnya, tidak setiap orang tidak berani merenungkan apa yang sedang dirasakan. Benarkah yang sedang dirasakan adalah cinta? Atau, jangan-jangan, hanya sebatas perasaan kagum. Pada fisik. Pada kecerdasan. Pada kekayaan. Atau, mungkin pada hal yang lainnya. Semoga, kita dikaruniai kemampuan untuk menempatkan cinta kita dengan benar. Amin.

* Untuk seseorang yang aku cintai, semoga Allah subhanahu wa ta’ala menjaga cinta kita agar senantiasa tumbuh dan berkembang. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: