Kawan-kawan, aku pulang..

Ngga terasa, sudah hampir sepekan saya meninggalkan kota tercinta bersama hiruk pikuknya. Sudah hampir sepekan pula tidak ngebut dijalan Jogja-Solo. Dan, sudah hampir sepekan membiarkan kamar tanpa penghuni. Kasihan saya pada cicak di dinding kamar. Ia pasti merindukan saya.. (wuek!)

Tak mengapa. Semua memang harus begini. Harus ada perubahan. Lagipula, ini hanya sementara. Tak ada yang indah tanpa perubahan. Meski ianya mengadung resiko pengorbanan. Ya.. begitulah hidup. Kita harus berubah untuk bertahan.

Hari ini kembali ke meja kerja. Bertemu dengan rekan-rekan seperjuangan. Dan, sepemikiran. Sudah sepekan lebih saya meninggalkan mereka. Saya kangen. Pada canda gurauan. Pada keluguan. Pada ketulusan mereka. Dan, hal yang paling saya rindukan adalah pijitan mereka. Wuihh… manteb!😉 Apalagi, setelah menempuh perjalanan jauh, seperti malam tadi, pijitan mereka bagaikan oase di padang pasir. Menggiurkan.. hihihii..

Sepertinya, saya harus segera berbenah nich.

“Kawan-kawan, aku pulang..!”

– – –

* Untuk sohib tercinta, hari ini aku pulang. Siapkan kopi dan perangkat nirkabel-nya. Juga roti kismisnya. Aku rindu bergadang.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: