Suatu hari di sebuah puskesmas 1

*Pagi jam 08.20 WIB*

Seorang pasien masuk ke kamar periksa. Sesaat kemudian ada seorang perawat pembantu dokter menghampirinya.

Perawat: “Namanya siapa Bu?”

Pasien: “Marto.”

Perawat: “Usianya berapa, Bu?”

Pasien: “46 tahun, Mas.”

Perawat: “Kenapa ini, Bu. Sakit apa?”

Pasien: “Ini mas, saya batuk dan pilek.”

Perawat: “Sudah berapa hari batuk dan pileknya?”

Pasien: “2 hari mas.”

Perawat: “Silakan ibu berbaring di tempat tidur itu. Biar diperiksa bu dokter. Di tunggu sebentar ya, Bu.”

Si pasien mengangguk. Kemudian ia berjalan menuju tempat tidur dan berbaring. Berbarengan dengan berbaringnya si pasien seorang dokter menghampirinya. Pemeriksaan pun dilakukan. Lalu, setelah diperiksa si pasien diminta mengambil resep.

Di ruang obat ia bertemu dengan si perawat yang tadi.

Perawat: “Bu, ini obat pileknya. Dan yang sirup ini, obat batuk. Nanti diminum 3 kali sehari. Kalo masih batuk berarti diminum sirupnya sampai habis ya?”

Pasien: “Ya, Mas. Terima kasih banyak, Mas.”

Perawat: “Sama-sama. Semoga cepet sembuh, Bu.”

Si pasien pun pulang.

*menjelang siang jam 11.05 WIB*

Seorang ibu berjalan tertatih diantar seorang anggota keluarganya. Ia kemudian duduk di bangku tunggu pasien. Si perawat yang merasa mengenalinya menghampiri.

Perawat: “Lho, Ibu. Kenapa ini? Mari langsung masuk ruang periksa saja.”

Pasien lain yang mengantri memaklumi tindakan si perawat karena si Ibu sepertinya harus segera ditolong.

Perawat: “Kenapa bisa begini, Bu?”

Pasien: “Tidak tahu, Mas. Habis minum obat jadi begini.”

Si perawat kaget. Bingung. Tetapi, berusaha tidak panik.

Perawat: “Ibu bisa ceritakan bagaimana kok bisa jadi seperti ini?”

Pasien: “Begini, Mas. Saya sudah mengikuti anjuran, Mas. Yang kapsul obat pilek diminum 3 kali sehari. Yang sirup, itu obat batuk. Kalo masih batuk diminum 3 kali juga. Sampai sirupnya habis.”

Perawat: “Iya. Betul. Tapi kenapa bisa begini? Sepertinya ibu over-dosis.

Pasien: “Sesuai anjuran kok, Mas.”

Perawat: “Berarti, obat pileknya diminum satu-satu per kapsul kan?!”

Pasien: “Iya.”

Perawat: “Sirupnya, berarti baru diminum satu sendok kan?!”

Pasien: “Sirupnya udah habis, Mas.”

Perawat: “Habis gimana, Bu?”

Pasien: “Iya. Habis. Kata Mas tadi, kalo masih batuk sirupnya diminum 3 kali juga. Nah, setiap saya batuk sirup itu saya minum 3 kali.”

Perawat: “Berarti setiap kali ibu terbatuk, ibu minum sirupnya 3 sendok ya?”

Pasien: “Iya, Mas.”

Perawat: “Pantes…!!”

Si pasien akhirnya mendapar perawatan lanjutan. Ia di-infus dan diberi obat agar ia bisa buang air kecil sesering mungkin untuk mengurangi efek sirup obat batuk. Si perawat yang kebetulan teman saya hanya bisa bersabar menghadapi kejadian itu.

😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: