Mawar..

Siang itu, hati Mawar (sebut saja begitu, siswi SMK/SMU, di kota K ) benar-benar galau. Penjelasan dari ustadz tentang pacaran, di pengajian yang baru saja selesai ia ikuti, telah membuatnya tersadar bahwa apa yang ia lakukan selama ini adalah keliru. Dan, tidak ada pilihan lain kecuali harus mengakhiri semuanya.

Tetapi, Mawar dibuat tak berkutik oleh situasi yang ia hadapi. Kekasihnya, Kumbang (sebut saja begitu) masih menyayanginya. Mencintainya. Meski, keduanya belum tahu cinta yang mereka rasakan itu cinta monyet apa cinta beneran. Yang ada dalam pikirian Kumbang adalah di hatinya ada Mawar orang yang ia cintai. Tak ada yang lain. Ia tak terganti. (Setidaknya untuk saat ini.) Begitu pula apa yang dirasakan Mawar. Dan, bukan perkara mudah bagi keduanya untuk memutuskan tali percintaan yang terlanjur terajut ini.

Setelah berkonsultasi lebih jauh kepada sang ustadz akhirnya Mawar mengambil keputusan. Baginya, cintanya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan RasulNya harus diutamakan. Jika Allah dan RasulNya tidak ridho dengan apa yang ia lakukan, maka dengan lapang dada ia akan meninggalkannya. Itulah keputusan Mawar. Luar biasa. Hidayah datang kepadanya. Hatinya kian mantap: semuanya harus diakhiri.

Dipilih oleh Mawar, sebuah hari, dimana ia menyampaikan keputusannya tentang pacaran kepada kekasihnya Kumbang.

Mas Kumbang, ada sesuatu yang ingin Mawar sampaikan.” Kata Mawar mengawali percakapan.

Apa yang ingin kau sampaikan Dik? Katakan saja.” Tanya Kumbang dengan penasaran.

Begini Mas.. Mawar ingin pacaran kita berakhir sampai di sini.”

Hah..! Apa kamu serius Dik? Tapi kenapa? Kenapa Dik?” Selidik Kumbang.

Mas, apa yang kita lakukan ini adalah sesuatu yang keliru. Bisa mengundang murka Allah. Dalam Islam tidak dikenal pacaran seperti yang kita jalani ini Mas. Karena itulah, Mawar ingin mengakhiri semuanya. Maaf, jika selama ini ada perkataan atau sikap Mawar yang melukai Mas Kumbang.

Sebentar, Dik. Apa dik Mawar sudah memikirkan hal ini masak-masak. Ketahuilah Dik, aku ini sungguh-sungguh mencintaimu..

Ya Mas. Aku sudah memikirkan hal ini. Aku juga tahu kalau Mas mencintai Mawar. Tapi, cinta ini keliru mas. Mas sebenarnya juga sudah tahu kan?! Karena itulah, Mawar ingin, mulai hari ini hubungan kita berakhir.”

Tapi Dik. Aku mencintaimu.”

Sudahlah Mas..”

Begini Dik, untuk membuktikan cintaku padamu aku akan datang melamarmu. Bagaimana?

Siapa yang tidak senang hatinya jika dilamar oleh orang seperti Mas. Tapi tidak mungkin Mas. Mawar kan masih sekolah. Karena itulah, keputusan ini yang Mawar anggap yang paling baik.”

Kumbang terdiam. Ia tak mampu berkata-kata. Rasanya langit runtuh seketika dan pecahannya menimpa dirinya tepat di ulu hatinya. Sakit..

Mawar mohon diri, Mas..”

Kumbang hanya mengangguk kecil. Rasanya ia seperti sedang bermimpi.

***

Air mata Mawar meleleh begitu ia memasuki kamarnya. Ia merebahkan dirinya di kasur. Diraihnya bantal berwarna merah jambu berbentuk jantung hati, kemudian dipeluknya. Ia sadar betul bahwa keputusannya adalah sesuatu yang benar. Hanya saja, di hatinya masih tersisa sedikit kesedihan.

Air mata Mawar kembali meleleh. Terlintas dibenaknya, saat-saat dimana mas Kumbang menyatakan cinta. Air matanya terus meleleh. Langit ikut menangis sore itu. Satu. Satu. Lalu, air itu berebut turun ke bumi membentuk garis-garis vertikal berwarna putih.

Tok. Tok. Tok.. !

Melati (sebut saja demikian, ia adalah adik Mawar) mengetuk pintu kamar Mawar.

Mbak… Mbak Mawar.. Mbak.. buka pintunya Mbak.”

Ya.. iya.. sebentar..”

Terdengar bunyi kunci kamar terbuka. Melati menghampiri kakaknya. Lalu, ia berbisik.

Ada mas Kumbang di belakang rumah.. Sendirian..”

Mawar setengah tidak percaya mendengar apa yang disampaikan adiknya. Pertanyaan demi pertanyaan berkelebatan. “Hujan-hujan begini apa yang dilakukan mas Kumbang? ” Mawar mengambil payung dan bergegas menghampirinya. Dilihatnya pakaian mas Kumbang sudah basah kuyup.

Mas, kenapa berdiri saja? Ayo masuk.” Kata Mawar setengah berteriak.

Ngga’ mau!” Jawab kumbang ketus.

Trus, mas kumbang ngapain di situ? Nanti kamu bisa sakit mas.” Bujuk Mawar.

Biarin!

Mas.. Jangan begitu dong. Ngga’ enak nich sama tetangga..

Engga.. pokoknya engga’. Aku mau masuk ke rumah asalkan dik Mawar mau menjadi pacarku lagi. Gimana?” kata kumbang sembari menatap Mawar.

Mawar bingung. Sebenarnya Mawar ingin membiarkan saja Kumbang kehujanan. Tapi hati kecilnya tidak tega. Sementara itu, keputusan harus segera diambil…

– – –

Pembaca yang budiman, kisah yang saya sampaikan ini memang mirip cerita sinetron. Tetapi, ini adalah kisah nyata. Nah, jika Anda di posisi Mawar, kira-kira apa yang akan Anda lakukan?

NB: Detail cerita dan dialog dalam kisah diatas adalah rekaan penulis. Hal itu untuk memperjelas maksud saja.

4 Responses to “Mawar..”

  1. asa Says:

    biarin aja kumbang.. kalo bener cinta n ikhwan baik, harusnya ia rela dg keputusan mawar..krn ia memutuskannya krn allah, krn tobat, bkn krn ada kekasih pengganti..
    -kalao emang bener cinta, tunggu aja mawar sampe siap, tar dah lulus dilamar. kalo alsn skrg mawar nolak krn msh sekolah, ya yakinkan aja si mawar agr mau nerima lamaran nya. sekolah nikah jg gpp, cuma krn sistem dinegri qta aja yg mmbuat jd spt gak boleh..πŸ™‚
    salam utk mawar, ketauhilah segala perniagaan utk allah tdk akn prnh ada pnyesalan.krn perniagaan itu adl perniagaan abadi. akn ada pengganti yg lebih baik.

  2. asa Says:

    cerita pribadi ya?hehe.
    mawar ma kumbang nikah aja. mawar kudu mau dilamar, kalo ga mau nyakitin kumbang. tnggu apa lg, dah sama2 cinta..
    sekolah mah ga pa2 dilamar dlu..
    O iya itu td nambah dkitπŸ˜€

    • sulaimann Says:

      Bukan. Bukan pengalaman pribadi kok..πŸ˜€ Ini oleh-oleh dari seorang kenalan yang juga seorang penulis dan juga seorang ustadz. Nah, suatu hari setelah mengisi kajian di kota K beliau ini bercerita ke saya tentang Mawar. Gitu..πŸ™‚ Kemudian kami berdiskusi. Apa yang saya sampaikan mirip dengan usulan Asa. Tapi, ya gitu deh..

      Rupanya “cinta” datang terlalu cepat di saat yang tidak tepat.πŸ™‚

      Kita doakan saja, semoga keduanya dimudahkan urusannya. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: