Lima tahun lagi..

Ada yang bertanya kepada saya. Lima tahun ke depan Anda seperti apa? Saya jawab, yang pasti saya ngga akan menjadi Ultraman.πŸ™‚ Saya bercanda. Kemudian, saya serius. Lima tahun ke depan, saya adalah seorang suami yang mempunyai bisnis sendiri dengan penghasilan 2 juta setiap bulan.

Saya tidak akan menceritakan bagaimana kejadian selanjutnya. Maaf ya..

Pagi ini saya ingat-ingat betul jawaban saya itu. Artinya kalo saya perjelas cita-cita saya, Pertama, saya adalah seorang suami. Artinya saya sudah menikah. Kedua, saya mempunyai bisnis sendiri. Ketiga, penghasilan saya 2 juta rupiah setiap bulan. Lumayan hebat juga ternyata cita-cita saya. Hehehee..

Pagi ini saya berpikir, apa yang sebaiknya saya lakukan saat ini? Tentang menikah tidak saya bahas di sini. Hehee.. Jadi ini tentang bisnis. Bisnis atau usaha apa yang sebaiknya saya jalankan? Banyak pilihan, banyak kemungkinan. Hanya saja jawabannya belum ketemu. Saya pernah dinasehati seorang kawan lama. Seorang juragan. Begini kira-kira;

Mas, sampeyan akan bener-bener tahu bisnis itu seperti apa setelah sampeyan bener-bener berada di dalamnya. Bisa jadi sampeyan sudah punya hitungan, pertimbangan dan sedikit kekhawatiran. Itu wajar saja. Tapi, kalo sampeyan hari ini punya cita-cita pengen berbisnis, saya sarankan, sebaiknya segera saja memulainya. Sebelum sampeyan dikalahkan oleh kekhawatiran-kekhawatiran sampeyan sendiri.

Bener juga. Sebuah pertanyaan melintas di pikiran saya: bagaimana memulai sebuah bisnis? Menghitung modalnya. Merancang tahapannya. Ya, kira-kira demikian otak saya merespon pertanyaan itu. Namun, pertanyaan selanjutnya tidak bisa saya jawab dengan gampang. Saya memilih usaha di bidang apa? Mmm… Ada tidak ya cara untuk mengetahui saya ini cocoknya di bidang apa?

9 Responses to “Lima tahun lagi..”

  1. rin suka ragi Says:

    bukannya sudah bekerja, mas? siap-siap RESIGN neh, ceritanya?πŸ™‚

  2. rin suka ragi Says:

    by.the.way,.sekarang.masuk.tahun.ke.berapa,.mas?

  3. sulaimann Says:

    @ rin suka ragi
    Iya. Ini bukan tentang resign. Tapi tentang bisnis. Berbisnis ngga harus resign kan?!
    Ini tahun pertama dari pertanyaan itu ditanyakan. Knapa?Rin mau bantu?! Boleh…πŸ˜‰

  4. rin suka ragi Says:

    tidak harus resign. mau jadi `ampibi’ dulu?

    bantu? what do you need? what can I do? akuntan? kasir? atau dua-duanya?

  5. sulaimann Says:

    @ rin suka ragi
    Ampibi? Apa pula itu?!πŸ˜€

    Bukan. Bukan seperti itu. Kita tetep bekerja, sedangkan bisnis kita dijalankan orang lain.

    Bantu nyari ide-nya saja. Kalo yang lain nanti saja..πŸ˜‰

  6. rin suka ragi Says:

    ampibi. hidup di dua tempat. antara karyawan dan pengusaha.

    dikerjakan orang lain? out sourcing?

    baguslah kalau begitu.

  7. Abu Mufidah Says:

    Mas, coba mlampah-mlampah mawon teng mriki…
    http://pengusahamuslim.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: