Mengendarai Ombak…

Ini bukan tentang surfing. Ini tentang kegiatan piknik hari Ahad (Minggu) kemarin. Bersama bersama segenap pemuda dan pemudi di kampung, saya berpiknik ke pantai selatan pulau jawa. Baron. Krakal. Dan, Kukup. Ketiganya berada di daerah Wonosari, kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.

Sebagai orang yang jarang melihat air yang kimplah-kimplah (Melimpah ruah. Bhs Jawa, red), begitu melihat pantai, sifat asli saya muncul. Nggumunan (?) Nggumunan = gampang terkesima. Jujur, saya pengen cepet-cepet renang. Meski saya tidak bisa renang (lho?). Maksud saya, renang gaya saya. 😀

Entah siapa memulai, begitu mendekat ke bibir pantai Baron kami buru-buru meletakkan barang-barang bawaan ke suatu tempat. Lalu bisa ditebak, kami berlarian ke pantai. Renang. Mandi. Eh, renang ding! Hmm.. kayaknya lebih tepat mandi deh. Tapi, saya pilih renang aja ah! Kami berenang. Sambil bercanda. Melepas penat yang selama ini menggelayuti. Hari itu kami bahagia. Kecuali, anggota rombongan yang mabuk perjalanan. Kasihan mereka…

Mengendarai ombak. Ya, begitu saya menyebut gaya renang saya dan gaya renang beberapa orang yang ada di pantai Baron waktu itu. Disebut begitu karena kami berenang menaiki ombak yang datang. Jadi, begitu ada ombak datang kami serta merta mendekat lalu saat kami sudah sangat dekat kami melompat sekuat tenaga sehingga berada di atasnya. Kemudian kami mengalir mengikuti irama ombak. Mirip orang berselancar. Hanya saja, kami tidak memakai papan selancar. Semakin besar ombak yang datang, kami semakin bersemangat. Sungguh luar biasa.. Tidak semua orang berani melakukan hal yang kami lakukan ini. Lebih-lebih, jika ia orang yang “taat pada peraturan”. Sebab, 50 meter dari pantai kami mendapati tulisan: Swimming Prohibited. Dilarang berenang! Bukan bermaksud sombong, tapi inilah cara kami menikmati pantai. Mengendarai ombak. Dan, ini salah satu fotonya..

Jika Anda ingin mencoba apa saya dan rombongan saya lakukan sebaiknya Anda perhatikan beberapa hal. Pertama, jangan berada terlalu jauh dari pantai. Kedua, jangan sendirian. Ngga seru. Lagian, nanti ngga ada yang jagain barang-barang. Ketiga, siapkan pakaian ganti. Keempat, sebaiknya Anda membawa sun-block. Karena, selepas berenang kulit saya jadi merah-merah dan terasa perih saat disentuh. 😦

Ngomong-ngomong kapan terakhir kali Anda piknik?

Advertisements

5 Responses to “Mengendarai Ombak…”

  1. rin suka ragi Says:

    sun block? gunanya apa? memblokir biar tidak disun?

  2. sulaimann Says:

    @ rin suka ragi
    Hah! Bukan lah.. Kelihatan kalo rin ga pernah ke pantai jikalau sun-block saja rin tidak tahu. 😀

  3. rin suka ragi Says:

    memangnya, sun block itu apa, mas? payung? masak ke pantai bawa payung? aneh!

  4. sulaimann Says:

    @ rin suka ragi
    Googling aja deh… 😀 Kalo bawa payung ke pantai bukan perkara aneh. Yang aneh itu kalo ke pantai bawa sapi.

  5. rin suka ragi Says:

    kalau itu mah, karapan sapi, mas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: