Latihan nulis…

Kemarin ada yang meminta saya menulis. Mendesak. Begitu alasannya. Saya yang sebenarnya tidak begitu piawai menulis ini terpaksa harus belajar menulis (lagi). Yang jadi masalah bukan bagaimana menulisnya. Tapi, materi tulisannya itu lho.. Serius banget. Jarang-jarang kan saya menulis serius. Dulu, pernah. Tapi itu dulu sekali. Ketika majalah yang itu belum setenar hari ini. Kini, tulisan saya sudah tidak terpakai. Barangkali karena kualitas tulisan saya yang masih ecek-ecek dangkal membahas persoalan. Ditambah lagi, banyak penulis yang kemudian menjadi kontributor. Tulisan saya jadi tidak memenuhi standar karena standar tulisan dinaikkan tingkatannya. Saya sih ga masalah.Β  Biarin! Yang penting kutipan-kutipan tulisan saya udah pernah dimuat di majalah. Hehehee…πŸ˜€

Ada hal yang mungkin sepele tapi cukup membesarkan hati saya waktu itu, adalah ketika pak pimred mengatakan, “Mas tulisan kamu banyak yang nunggu lho.. ” Dan, mas redaktur pelaksana menimpali “Tulisan kamu hari ini sudah ga perlu saya edit mas.” Bahagia. Senang. Bingung. Campur aduk jadi satu. Yang pasti, waktu itu saya tersenyum. Saya kepalkan tangan lalu berujar dalam hati: yes! Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Hari ini, mau nulis lagi yang serius kok rasanya gimana gitu ya? Bismillah.. Semoga saya bisa.πŸ˜‰

6 Responses to “Latihan nulis…”

  1. blewah Says:

    bos….aku coba buat melakukan penelitian tentang waria tapi terhenti karena kendalaku yang pertama kendaran , cukuplah aku digonjeng cowok waktu syawalan wari se indonesia….sebaiknya aku melakukan penelitian komunikasi di radio aja….waduh pusing…aku kurang serius…rapatkan barisan…..banyak masalah dan banyaka hal………….

  2. markisa Says:

    kita orang pintar dengan otak bersinar!

  3. sulaimann Says:

    @ blewah
    JANGAN MENYERAH.. Jangan pernah setengah hati mengerjakan sesuatu yang engkau cintai, karena hidup ini terlalu pendek (Steve Jobs, CEO Apple).

  4. sulaimann Says:

    @ markisa
    Kita orang pintar dari klaten bersinar.πŸ˜€

  5. Tentara KOIL Says:

    ini lagu terakhir, dari kangen band!

    wkakaka…

  6. sulaimann Says:

    @ Tentara KOIL
    Mestinya arogansi seperti itu tidak perlu. Kecuali, kalo memang KOIL mendukung Kangen Band agar bisa lebih tenar dari sekarang. πŸ˜€

    Senior mendukung yang yunior. Sungguh teladan yang baik!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: