Sebuah Pilihan

Dulu, saya berpikir betapa menyenangkan menjadi orang yang mengerjakan banyak pekerjaan (sibuk). Tidak ada waktu yang terbuang percuma. Sekarang, saya berada pada keadaan itu, ternyata tidak se-menyenangkan yang saya bayangkan. Tapi lebih kepada menegangkan. Penuh tantangan. Sebab, mesti menyelesaikan banyak pekerjaan dalam waktu yang terbatas. Belum lagi jika muncul kendala di sela-sela penyelesaian. Wahh… mantab!

Saya terus mencoba menikmati keadaan ini. Tak jarang, terbesit pikiran untuk meninggalkan ini semua. Kemudian, memilih santai di rumah. Tidak melakukan apa-apa. Toh, nanti juga ada yang menggantikan posisi saya. Sebuah pilihan yang sangat menggiurkan. Hanya saja, kesempatan belajar ini belum tentu datang lagi. Jadi, harus tetep semangat!😉

4 Responses to “Sebuah Pilihan”

  1. juice DEA Says:

    iya. harus semangat, bukan AsemAngat:-p

  2. sulaimann Says:

    @ juice DEA
    Yoi…😉

  3. asa Says:

    peluang mungkin hanya mengetuk sekali, tetapi godaan terus menempel di bel pintu.
    peluang akan terus menggandakan diri jika ditangkap…

  4. sulaimann Says:

    @ asa
    Jazakillah khairan.. Makin tambah semangat nich.😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: