Icank: TV Tuner

Mulai hari ini saya akan menulis tentang kisah Icank. Sesuai janji saya. Setiap hari apa tulisan tentang Icank ini menghiasi blog saya? Jawabnya: tidak tahu. Sering-sering aja maen ke blog saya. Hehee..

Sidang pembaca sekalian (halah!), perlu diketahui bahwa tokoh kita yang bernama Icank ini adalah orang yang gemar mengutak-atik barang elektronik. Doi ini punya catatan prestasi yang lumayan menyeramkan (lho??!) Menurut data yang validitasnya teruji doi udah sukses menghabiskan 2 unit radio. (Hah!) Tenang aja.. Bukan dimakan kok. Emang doi monster apa kok makan radio?! Itu radio bukan dimakan tetapi mati karena ulah jahilnya. Diutak-atik. Trus itu radio mati.. (hiks.. hiks..) Kalo saja ada dokter forensik yang bersedia ngebantuin mencari tahu penyebab kematiannya, mungkin kita tahu kenapa itu radio bisa mati. Sayangnya tidak ada. Ya iyalah.. kurang kerjaan kali itu dokter?!

Nah, suatu hari, seseorang bermaksud meminta tolong kepada Icank. Urusannya jelas: barang elektronik. TV Tuner yang terpasang ke komputer tidak bekerja dengan baik seperti biasanya. Gambar ada, tetapi suaranya tidak ada. Sebenarnya si pemilik komputer tidak terlalu mempermasalahkannya. Akan tetapi, anak laki-lakinya tidak bisa menerima takdir itu. (Halah!)

Icank yang memang gemar menolong orang yang sedang kesusahan mau-mau saja membantu. Akan tetapi, beberapa pengalaman dengan barang elektronik yang berakhir tragis membuatnya sedikit trauma. Setelah menimbang-nimbang dan mencatat beratnya berangkatlah Icank ke sebuah rumah yang berada di bagian timur kota Klaten.

Masuk Mas.” Sambut tuan rumah mempersilakan. “TV Tuner saya kenapa ya Mas? Kok cuma ada gambar tapi suaranya ngga ada?” lanjut tuan rumah.

Wah.. kurang tahu juga.” Jawab Icank sambil menatap si TV Tuner. Tapi TV Tunernya cuek aja. Tangan kanan Icank memegangi TV Tuner. Lalu ia melakukan kontak batin. (kayaknya sich…) Berharap itu TV Tuner mau diajak ngomong dari hati ke hati. Ya.. semacam curhat gitu lah.. Sehingga bisa dideteksi apa yang menyebabkan hilangnya suara. Icank kembali menatap TV Tuner itu. Tapi TV Tunernya tetep aja cuek. Rupanya, kontak batin gagal.

Icank tak menyerah. Ia mulai mengutak-atik. Beberapa saat kemudian, dengan mantap ia berkata. “Sekarang dicoba dulu!” Dengan penuh harap semua yang hadir disitu menunggu.

Bagaimana hasilnya?

Beberapa saat kemudian terjadilah hal yang membuat seisi ruangan bingung. Membuat tuan rumah kaget. Membuat anaknya tambah sedih. TV Tuner yang tadinya cuma suaranya yang hilang. Sekarang, gambarnya juga ikutan hilang. (Hah!!) Ichank jadi bingung mau berekspresi gimana. Ia memilih senyum-senyum.

Hari itu bertambah lagi catatan prestasinya. Duh…

Advertisements

6 Responses to “Icank: TV Tuner”

  1. juice DEA Says:

    hahaha..

    maybe belum ditraktir mie aiam depan rumah lama:-)

  2. arifromdhoni Says:

    tips .. di bagian konektornya di-setip pake penghapus karet (ga perlu banyak2, 1-3 gosokan), akhi .. utk menghilangkan listrik statis + kotoran 🙂

  3. sulaimann Says:

    @ juice DEA
    Ada penngaruhnya ya? 😀

    @ arifromdhoni
    Syukran tips-nya, akhi. Sangat bermanfaat itu. Lebih-lebih bagi yang sudah pernah punya pengalaman dengan TV Tuner. 😉

  4. lukman hakim Says:

    he2,,,,, kok lucu bnget yach…. 🙂

  5. sulaimann Says:

    @ lukman hakim
    😀
    Begitulah Icank…

  6. juice DEA Says:

    begitulah cinta,
    deritanya tiada pernah akhir…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: