Salah Makan (?)

Sepertinya tadi siang saya salah makan. Perut terasa melilit. Perih. Sebentar-sebentar harus ke kamar mandi. “Mengurangi berat badan”. Petang ini pun masih begitu. Output masih belum stabil. Sudah saya coba telusuri apa yang menjadikan perut saya jadi begini, hasilnya nihil.

Keadaaan ini mengingatkan saya tentang sebuah acara yang pernah saya lihat di tipi. Dalam kisah itu, ada empat orang yang sedang mengikuti tes wawancara masuk kerja. Satu orang perempuan dan tiga orang laki-laki. Mereka berada dalam satu ruang bersama Kepala HRD. Kepala HRD itu duduk di mejanya. Sedang calon karyawan duduk berderet di kursi panjang yang terletak tak begitu jauh dari meja Kepala HRD.

Tak lama kemudian satu persatu calon karyawan itu dipanggil Kepala HRD. Lalu ditanyai dengan beberapa pertanyaan. Dan pertanyaan terakhir bagi setiap calon karyawan itu sama. Pertanyaanya adalah, “Menurut kamu, apa yang paling cepat di dunia ini?

Pertanyaan yang sederhana namun tak mudah untuk dijawab. Calon karyawan pertama, laki-laki, menjawab, “Menurut saya yang paling cepat adalah listrik Pak.

Kepala HRD bertanya lagi, “Mengapa demikian?

Iya pak. Listrik itu paling cepat. Karena begitu kita pencet saklar, klik, lampu langsung menyala.” Jawab calon karyawan itu sembari tersenyum.

Baiklah.” Kata Kepala HRD.

Lalu tiba giliran calon peserta kedua, perempuan, “Menurut saya yang paling cepat adalah kedipan mata Pak.”

Lalu Kepala HRD pun bertanya, “Mengapa demikian?

Iya pak. Kedipan mata itu cepat sekali. Coba deh bapak berkedip. Bener kan Pak” Jawab calon karyawan itu dengan senyumannya yang menunjukkan keraguan atas jawabannya itu.

Iya, ya.” Kata Kepala HRD.

Tibalah giliran perserta ketiga, “Menurut saya yang paling cepat adalah suara Pak.

Lalu Kepala HRD bertanya lagi, “Mengapa demikian?

Iya pak. Buktinya, begitu saya ngomong langsung terdengar sampai ke telinga Bapak kan.” Jawab calon karyawan itu sembar tersenyum.

Hmm…” Kata Kepala HRD sambil manggu-manggut.

Akhirnya tibalah giliran calon karyawan keempat untuk wawancara. Ia terlihat gugup. Sebab ia belum punya jawaban. Akhirnya, dengan bercucuran keringat ia menjawab, “Maaf Pak, menurut saya yang paling cepat adalah mencret Pak.

Kepala HRD kaget dengan jawaban calon karyawannya, “Ngga salah kamu?!

Iya pak. Mencret itu paling cepat.” Jawab calon karyawan itu sembari tersenyum agak kecut.

Coba terangkan, mengapa bisa demikian?

Dengan ragu calon karyawan itu mulai menerangkan, “Jadi begini Pak. Kenapa saya katakan mencret itu paling cepat, karena kita belum sempat menyalakan lampu, belum sempat berkedip dan belum sempat berkata apa-apa dia sudah keluar Pak. Betul kan Pak?” calon karyawan itu tersenyum lagi. Kali ini senyumnya tidak dibuat-buat.

Advertisements

2 Responses to “Salah Makan (?)”

  1. arifromdhoni Says:

    Memangnya makan apa? Kok salah makan? 🙂

  2. sulaimann Says:

    @ arifromdhoni

    Nah itu dia yang tidak diketemukan. Klo makannya sih seperti biasa. Cuman, yang bikin perut sakit ane blm tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: