Karena ganteng (kah) ?

Ternyata punya wajah ganteng menimbulkan masalah tersendiri. Sering, ngga da angin ngga da hujan secara tiba-tiba dan tanpa disangka-sangka, datang SMS “nyasar”. Miscall-miscall ngga jelas. Dapet titipan salam lah. Kangkung lah. Bayem. Kubis. Cabe. Terong. Wortel. (Loh.., kok jadi ngomongin sayur-sayuran sich?!). Apalagi klo sudah bekerja dan tampilan terlihat sudah matang (Mangga kalee..). Tawaran menikah bisa mampir kapan saja, dimana saja dan dari mana saja. Yahh.. mau gimana lagi. Ganteng. (narsis bgt!)

Mau disikapin lemah lembut, disangka ngasih harapan. Disikapin tegas, kok ngga njawani. Didiemin aja, malah dikirain telmi. Begini salah. Begitu salah. Waduh..gimana ini.

Jujur aja, sebenarnya gen ganteng ini diwariskan secara turun temurun dari kakek saya. Lalu ke bapak saya. Nah, baru ke saya. Sayangnya, gen ini diwariskan tanpa disertai buku petunjuknya. Duh, piye jal?!

– – –

Cerita ini bukan cerita dari yang punya blog. Ini cerita salah seorang temennya. Catet!

Advertisements

5 Responses to “Karena ganteng (kah) ?”

  1. arifromdhoni Says:

    Bersyukur 🙂

  2. sulaimann Says:

    @ arifromdhoni
    Iya.. Tapi bukan saya kok. Temen…
    😀

  3. ensiklomedi Says:

    konsekuensi.

    😀

  4. lukman hakim Says:

    narsis banget sich…ya udah nikah aza. kan aman jadinya…:)

  5. sulaimann Says:

    @ lukman hakim
    Makasih udah mampir. Bukan ane lho. Temen…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: