Ngebut..

Sepertinya ngebut sudah jadi bagian hidup saya. Entah bagaimana mulanya kok bisa begitu. Padahal saya ini orangnya lembut, penuh perhatian dan pertimbangan dalam melakukan sesuatu. Tapi untuk urusan ngebut sepertinya tidak. Apalagi klo pas lagi berhenti di lampu merah trus ada orang di sebelah yang geber-geber motor sambil lirik-lirik. “Eergg…. nantang ya?! Boleh.” Begitu kata  saya dalam hati. Biasanya sih, saya balas geber-geberin motor. Trus, bisa ditebak. Kita balapan.

Saya kenal ngebut kira-kira 15 tahun sebelum hijriyah yang lalu. Berawal dari keponakan yang datang membawa berita bahwa ia punya motor yang oke untuk ngebut. Suzuki Crystal 110cc. Begitu liat motornya saya langsung kepengen nyoba. Dengan penuh percaya diri saya starter motor itu. Bak pembalap profesional saya menggeber motor sambil mendengarkan suara mesin dan mengecek suara yang keluar dari knalpot untuk memastikan bahwa mesin yang terpasang di motor ini bukan mesin jahit. Krompyang.. krompyangg!! eh, bukan. Gedebuk.. gedebukk.. aduh, bukan juga. Emm.. gimana yach? Ya pokoknya gitu deh suara motor 2 tak klo digeber.

Setelah yakin, saya bilang ke ponakan; “Boleh dicoba?” Ia tersenyum. Pertanda mengiyakan. Yes! Padahal waktu itu yang namanya ngebut saya baru ngerti teorinya. Setahu saya yang penting pelintir gas secepat dan semaksimal mungkin. Ya, itulah kecerobohan saya. Saya waktu itu tidak berpikir bagaimana cara menghentikan bagaimana laju motor ketika berada dalam kecepatan tinggi. Gawat!

Saya dan keponakan sudah berada di atas motor. Kami hendak menjajal motor itu di jalan pinggir kampung yang lurus dan tidak begitu ramai.

Ngengg… ngueng… ngueeeng!! Motor melesat cepat. Dalam hitungan detik kami melaju tak kurang dari 80 Km/jam (klo ga salah. Perasaan sih gitu..) Hati saya memuji, motor ini cepet juga. Setelah 300 meter melesat kami bertemu dengan tikungan leter S. Sebagai pembalap yang belum profesional maka saya harus segera meredam kecepatan dengan mengerem. Dan rem yang saya pilih ada rem tangan. Karena mudah dan biasanya efek pengereman langsung terasa. Namun ketika hendak meraih rem tangan tiba-tiba saya dikagetkan oleh tidak hadirnya adanya handle rem tangan. Blaik! Wah.. saya grogi. Akhirnya saya hanya bisa berharap pada rem belakang. Saya injak pedal rem kuat-kuat.

Motor tak juga kunjung berhenti meski kaki sudah menginjak pedal rem. Mungkin karena kami meluncur dalam kecepatan tinggi. Keadaan darurat. Dengan sisa-sisa keberanian yang ada saya kendalikan motor agar tidak merugikan pengguna jalan yang lain. Ciieettt…!! Gedubrak! Alhamdulillah, kami berhasil nyemplung dengan sempurna di selokan pinggir jalan. Motor dan kami tidak apa2. Lecet-lecet sedikit. Warga berhamburan datang menolong. “Lain kali hati-hati mas.” Kata bapak yang membantu menaikkan motor. Kami berdua hanya tersenyum.

Where there is a wild, there is a way…

Advertisements

8 Responses to “Ngebut..”

  1. arifromdhoni Says:

    Wew .. keren 🙂
    Ngebutnya berapa, mas? 80? 90? 100? 110? atau 300 km/jam?

  2. ensiklomedi Says:

    itu kan dulu.

    kalau sekarang?

    keknya tambah parah,
    palagi kenal kopling tangan.

    *rem tangan && gas, boz!*

    🙂

  3. sulaimann Says:

    @ arifromdhoni
    😀
    Ga sampe 300 Km/jam lah..

    @ ensiklomedi
    Iya.. itu dulu. Sekarang?
    Karena udah ada kompling tangan jadi lebih lambat (lho?!)
    😀

    enjoy your drive!

  4. kipli Says:

    kalimat terakhir:
    Where there is a wild, there is a way…
    artine opo yo? artinya apa ya? :p

  5. sulaimann Says:

    @ kipli
    Menurut situ artinya apa?
    Klo saya sih suka ngartikan sekenanya..
    😀

  6. lukman hakim Says:

    kayaknya anta kudu latihan jadi pembalap profesional dulu dech 🙂

  7. sulaimann Says:

    @ lukman hakim
    Iya kayaknya. Tapi kata temen ga usah ngebut lagi aja.. yawdah…!!
    😀

  8. Ada gunanya juga.. « sulaimann Says:

    […] Saya sampe di tempat penjemputan. Huff.. Akhirnya, ada gunanya juga latihan ngebut. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: