Menyambut kegagalan…

Sejak kecil kita dibiasakan untuk tidak gagal. Semuanya harus sempurna. Tidak ada cela. Saat kita belajar berjalan pun, orang tua kita akan mempersiapkan segala sesuatu dengan serius agar kita tidak sampai terjatuh, lecet, apalagi sampai terluka. Meski, akhirnya sesekali kita terjatuh.

Dulu, ketika kita ingin memanjat pohon maka serta merta orang tua kia akan melarang karena hal itu dinilai berbahaya. Mereka tidak sepenuhnya salah. Tapi pernahkah mereka berpikir, betapa senangnya kita saat berhasil memanjat pohon? Betapa besar pengaruhnya keberhasilan itu terhadap ‘hidup’ kita? Tetapi apa yang terjadi, mereka justru menyuguhi kita dengan ancaman resiko bukan kesempatan. Inilah yang disayangkan. Kenapa? Karena kita akan takut melakukan sesuatu yang mengandung resiko. Kita tidak diajari apa itu kegagalan. Juga bagaimana menyikapinya. Padahal, ini sama pentingnya. (Mungkin jauh lebih penting.)

Kini, saat kita menghadapi kegagalan kita tidak tahu harus bagaimana. Bertanya ke orang lain, malu. Takut disalahkan. MENYERAH?! Sebaiknya jangan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: