Belajar Dari Tukang Cukur

Suatu sore saya menyempatkan diri mengunjungi tempat potong rambut. Rambut yang mulai memanjang membuat saya tidak pêdê. Maka dari itu sore itu saya putuskan untuk merapikannya.

Sampai di tempat, saya dipaksa mengantri. Ada seorang bapak orang yang juga masih menunggu giliran. Memang, di tempat itu ada 4 tukang cukur yang bekerja. Tetapi semunya terlihat sibuk dengan pelanggan.

Tak lama, tibalah giliran si bapak. Saya yang datang setelahnya menunggu di pojok. Kebetulan tempat antri berbentuk kotak memanjang. Jadi saya pilih pojok. Nyaman dan ada pas untuk ‘bersembunyi’, sambil berpikir gaya rambut seperti apa yang saya inginkan.

Keasikan memilih gaya rambut membuat saya tidak sadar klo tiba giliran saya untuk dicukur. Saya bingung, kenapa saya tidak segera ditawari. Tukang cukur itu tidak melihat saya rupanya. Dia justru asik bercanda dengan temannya. Saya berdiri mencari perhatian Ia terkejut melihat saya. Kemudian cepat-cepat ia persiapkan kursi dan alat cukur. “Silakan, Mas. Waduh… sudah nunggu dari tadi ya. Maaf ya, habis ga kelihatan sih. Dicukur model gimana nih Mas?” Si mas tukang cukur tersenyum merasa bersalah. Saya balas senyumnya kemudian saya sampaikan model potongan yang saya inginkan.

Ia mencukur dengan cekatan dan lihai. Sesekali ia mengajak saya bercanda. Sungguh, ia berusaha menebus kesalahannya dengan menghibur saya. Ia sadar telah membuat pelanggannya (saya) merasa tidak nyaman. Meskipun, saya ini hanya pelanggan biasa. Saya jadi kepikiran tentang ilmu manajemen yang saya pelajari. Dan, si mas tukang cukur meng-aksi-kannya dengan baik sore itu meski ia (mungkin) tidak tahu bagaimana teorinya.

Ada orang sukses yang pernah saya temui mengatakan, “Klo harus meneorikannya saya tidak bisa. Tapi klo Anda bertanya, langkah apa yang harus Anda tempuh agar sukses, saya akan memberitahukan kepada Anda.”

Sebuah pelajaran yang berharga. Anda pilih mana, jago berteori atau membuat aksi?

One Response to “Belajar Dari Tukang Cukur”

  1. lukman hakim Says:

    yang jelas jago keduanya, n insya allah aku pasti bisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: