Be a Smart Muslimah

(Bedah Buku 7-2-08)

 

Pagi ini langit mendung. Udara terasa dingin. Membuat setiap orang malas untuk beranjak dari rumah. Tetapi tidak diri ini. Keputusan sudah diambil jauh hari. Aku harus pergi.

Pagi ini aku ke Solo untuk menghadiri suatu acara Bedah Buku. Sebuah buku baru yang diterbitkan oleh penerbit tempat aku bekerja. Judulnya Be a Smart Muslimah.

Aku tidak pergi sendirian. Ada seorang teman menyertai.

Kedatanganku ke Solo bukan sebagai pembicara. Bukan sebagai moderator. Dan, bukan pula sebagai peserta. Dari judulnya saja sudah kelihatan bahwa acara ini untuk para muslimah. Aku datang sebagai wakil dari penerbit untuk mempresentasikan produk dan company profile.

Acara ini agak berbeda dengan acara bedah buku yang selama ini aku ikuti. Acara terbagi menjadi dua session (menurut proposal, begitu). Session pertama bedah buku. Session kedua promosi dari penerbit.

Terus terang aku agak grogi. Bukan karena apa-apa. Tetapi file power point yang sedianya akan kupakai untuk presentasi belum selesai dibuat. Beruntung, teman yang menyertaiku adalah seorang multi-talent. Berbekal laptop yang dibawanya, kami membuat bahan presentasi.

Moderator sangat handal membawakan acara. Pembicara, rupanya juga orang yang berpengalaman. Jokes-jokes segar senantiasa menghiasi setiap session. Sungguh, padu sekali keduanya pagi itu. Peserta dan yang hadir sangat menikmati session ini. Sehingga, waktu 45 menit terasa sangat cepat berlalu.

Alhamdulillah! Setelah bekerja extra keras bahan yang akan aku gunakan untuk presentasi akhirnya selesai. Tinggal menyiapkan mental dan memilih-milih kata yang pas. “Pokoknya harus membuat penasaran”, begitu temanku memberi saran. “OK!” Jawabku mantap.

Akhirnya, session pertama selesai. Ini artinya sebentar lagi giliranku. Aku bersiap-siap untuk tampil. Merapikan baju, menyiapkan beberapa joke segar, serta mengingat-ingat pesan temanku: harus membuat penasaran! Tapi, betapa terkejutnya aku dan temanku –mungkin pembicara dan moderator juga– begitu mendengar pembawa acara menyampaikan bahwa acara telah selesai. What?!

Piye to iki? Tanyaku dalam hati. Ya sudahlah. Mau bagaimana lagi. Mudah-mudahan lain kali ada kesempatan.

Untuk temanku, jangan kecewa ya. setidaknya engkau telah menghilangkan kepanikanku. Jazakallah khairan!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: