Seberapa sering Anda nonton acara komedi? Tiap hari? Tiap pekan? Sering? Kadang-kadang aja? Atau, bahkan sangat jarang? Kalo saya termasuk orang yang lumayan sering nonton. Paling tidak, mbaca tulisan yang berbau-bau komedi-lah…
Ada sesuatu yang beda menurut saya ketika menikmati acara / tulisan komedi. Saya bisa all-out (bener ga nich tulisannya!) terlibat dalam suasana. Sepertinya memang ketertarikan dalam hal itulah yang membuat Saya lebih flow (Weisss.. bahasanya men!). Mengalir begitu saja. Tahu-tahu sudah malam. Eh, tengah malam malah.
Ada hal yang menurut ane menarik yang pengen Saya share di sini. Sebuah cerita tentunya. Ini tentang dengan sejauh mana seseorang dikenal orang lain dan kira-kira akibat apa yang ditimbulkannya ketika berada pada suatu keadaan tertentu.
Jadi gini, suatu hari presiden Indonesia melakukan sebuah kunjungan. Nah, pada kunjungan kali ini presiden tidak mendatangi tempat yang mewah. Bukan, pula tempat yang indah panoramanya. Bukan. Lalu, tempat apakah itu?
Mau tahu jawabannya…? Mau tahu??? Hemmm…..??? Mau tahu jawabannya!? *ngelirik-ngelirik gaya ust Nur Maulana*
Baiklah… Hari itu, Presiden mengunjungi rumah sakit jiwa. *jrengg… jrengg!!*
Te… ta… pi, hari itu adalah hari pertama masuk setelah libur le… ba… ran. Sebagaimana lazimnya kondisi perkantoran di Indo.. ne… sia, beberapa pegawai be.. lum masuk!! Apakah yang menyebabkan ini terjadi? Benarkah pegawai-pegawai itu mangkir karena masih capek setelah mu.. dik..? Semuanya akan kita bahas di ins*rt investigasi! Loh! Oke.. back to laptop..!! (halah!)
Kepala rumah sakit rupanya kaget mendapat kunjungan mendadak dari presiden. Ia tidak ingin presiden kecewa karena hanya disambut oleh segelintir orang. Akhirnya, kepala rumah sakit jiwa mengajak beberapa pasien yang sudah hampir sembuh untuk ikut menyambut kedatangan presiden.
Hari itu, berjajar pegawai rumah sakit jiwa. Mulai dari kepala rumah sakit lalu diikuti oleh pegawai dengan pangkat dibawahnya. Lalu, tentu saja: pasien yang sudah hampir sembuh (selanjutnya kita tulis PYSHS).
Kepala rumah sakit menyambut presiden dengan antusias. Ia tersenyum dengan tulus sambil sedikit membungkukkan badan badan tanda menghormati tamu. Begitu pun pegawai setelahnya. Dan, setelahnya. Kemudian, tibalah giliran PYSHS yang menyambut.
Tidak ada senyuman. Tatapan mata sayu. Wajahnya pun kaku. Tanpa ekspresi. Melihat hal itu, presiden tersenyum lalu mencoba mengajak komunikasi.
Presiden : “Saya SBY, Pak.”
PYSHS : “Ohh.. tidak apa-apa, Pak.”
Presiden kaget mendapati respon tersebut. Ia pun bertanya kepada PYSHS.
Presiden : “Tidak apa-apa? Maksudnya, Pak?” *senyum*
PYSHS : “Iya, Pak. tidak apa-apa. Dokter dan perawat di sini baik-baik semua kok. Bapak pasti sembuh. Percayalah sama Saya.” *menepuk perlahan pundak Presiden*
Presiden yang masih bingung pun kembali bertanya.
Presiden : “Maksud, Bapak?!”
PYSHS : *berbisik* “Saya kasih tahu ya.. Pertama kali datang ke sini saya mengaku Soeharto.” *senyum*
Kisah ini saya dengar dan sudah saya modifikasi sedemikian rupa. Tidak ada niatan untuk menyakiti. Tidak ada tujuan apa-apa kecuali agar lebih sedap untuk dinikmati. Semoga bermanfaat..