Kejatuhan Cicak = Sial, Bener Ngga Sih?!

Kejatuhan cicak adalah kejadian yang ditakuti oleh orang (jawa khususnya) kebanyakan. Ada sebuah keyakinan bahwa barang siapa kejatuhan cicak maka ia akan mendapati kesialan. Duh..!

Ada juga keyakinan kalau ada ayam berkokok di tengah malam maka itu pertanda bahwa ada orang yang hamil di luar. Apa iya begitu?!

Ada lagi yang cukup membuat saya terkejut, yakni adanya sebuah keyakinan bahwa ada orang yang sakit-sakitan dikarenakan tidak kuat menyandang nama. Aneh.

Agaknya beberapa keyakinan di atas sudah terlanjur menjadi “keyakinan bersama” di masyarakat kita. Tabu, begitu kira-kira pendapat masyarakat kalau ada orang yang mencoba membahasnya. Sehingga untuk mencari kebenaran dari hal-hal itu adalah sesuatu yang cukup rumit. Tetapi, saya termasuk orang yang beruntung. Saya menemukan sebuah buku yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Tentang cicak. Tentang ayam. Tentang nama. Bahkan, buku ini memberi jawaban tentang permasalahan yang makin sering kita temui baru-baru di beberapa media kita, yakni tentang ajaran nabi melalui mimpi. Bagaimana keterangan tentang hal itu? Anda bisa temukan jawabannya di buku BID’AH & KHURAFAT DI INDONESIA. Sebuah buku terbitan WAFA Press setebal 196 halaman, yang ditulis oleh Ustadz Abu Umar Abdillah ini akan menjawab penasaran Anda tentang hal-hal yang tadi saya sebutkan. Tidak hanya itu, buku ini membahas banyak hal ganjil yang terlajur berkembang di masyarakat kita. Jika Anda berminat silakan hubungi ke nomor 081.329.399.179 (pemasaran penerbit WAFA Press). Ini dia cover depan bukunya:

Bid'ah.&.Khurafat

About these ads

22 thoughts on “Kejatuhan Cicak = Sial, Bener Ngga Sih?!

  1. @ Lamaranmu Kutolak

    jawaban:

    Antum benar. Hal itu termasuk ke dalam khurafat.

    Tambahan:

    Khurafat secara bahasa biasa diartikan dengan takhayul, dongeng atau legenda. Sedangkan khurafi adalah hal yang berkenaan dengan takhayul atau dongeng.

    Dalam kamus al-munawwir khurafat diartikan dengan hal yang berkenaan dengan kepercayaan yang tidak masuk akal (batil). Artinya, di samping tidak masuk akal, tidak pula didasari oleh dalil syar’i yang shahih.

    Namun dalam pengertian Islam tidak semua hal yang tidak masuk akal menurut kebanyakan orang disebut khurafat. Jika keyakinan tersebut memang dikukuhkan dalam Al-Quran maupun As-Sunnah maka itu menjadi hal yang pasti benar dan wajib diyakini. Jadi khurafat ialah semua cerita yang berupa rekaan atau khayalan, ajaran-ajaran, pantangan maupun larangan, adat istiadat, ramalan-ramalan, pemujaan atau kepercayaan yang menyimpang dari ajaran islam.

    Berdasarkan pengertian di atas, khurafat mencakup cerita dan perbuatan yang direka-reka dan bersifat dusta. Begitu juga dengan pemikiran yang direka-reka merupakan salah satu bentuk khurafat.

    Umumnya khurafat bertentangan dengan akidah dan menjerumuskan seseorang ke dalam kesyirikan, atau minimal melahirkan bid’ah dalam agama. Wallahu a’lam.

    • sebelumnya mohon maaf, saya memang orang jawa tapi gak begitu paham benar tentang falsafah jawa. Tapi kita gak bisa begitu aja menghakimi segala falsafah jawa itu kurafat tanpa mengerti dan memahami makna yang sebenarnya dari ungkapan jawa itu. seperti yang diatas tentang ungkapan “Panjang umur kowe, lagi wae dirasani.” sekilas pemahaman kita yang dangkal akan memaknai itu sebagai sebuah kurafat tapi apabila mau kita kaji lagi lebih jauh bahwa ungkapan itu bermakna sebagai doa. Maksudnya ketika kita membicarakan orang, kemudian orang yang baru kita bicarakan itu tiba-tiba datang/muncul maka untuk menutupi rasa malu kita atau sebagai rasa permohonan maaf kita pada orang tersebut agar tidak terjadi kesalah pahaman, kita mendoakan dia agar panjang umur. Itu mungkin sedikit pemahaman saya sebagai orang jawa yang masih awam tentang falsafah jawa. Tapi meski demikian saya tidak mau dengan sangat mudah mengatakan ini kurafat atau sedikit-sedikit bid’ah atau lainnya untuk falsafah-falsafah jawa yang merupakan budi dan daya nenek moyang kita.

      • Terima kasih mas Toni untuk sumbangan pendapatnya.
        Ada hal yang perlu saya garis bawahi di sini. Sebenarnya, bisa saja seseorang yang barusan kejatuhan cicak mengalami hal-hal tertentu. Termasuk, kematian. Atau, hal lain yang dianggap kesialan. Tetapi, akan menjadi keliru manakala kita menyandarkan kejadian itu (kematian atau hal lain yang dianggap kesialan) pada kejatuhan cicak. Bisa jadi, itu hanya kebetulan. Nyatanya, banyak juga orang yang kejatuhan cicak dan tidak mengalami apa-apa.
        Tentang “Panjang umur kowe, lagi wae dirasani”, bisa jadi Anda betul. Hal itu hanya untuk menutupi rasa malu. Kalo hanya sebatas itu, kita bisa maklum. Tapi, saya yakin akan lain ceritanya manakala ada “bumbu” keyakinan bahwa yang dirasani bener-bener panjang umur.
        Wallahu a’lam bishawab.

  2. @ f00 Land ;)

    @ ipey
    Bisa aja. :D

    Temenku yang dari Jogja pernah bilang gini, ” Klo kejatuhan cicak sama balok kayunya itu baru namanya sial, Mas.” (Pake logat Jogja yang medoknya khas). :D

    • Oh ya? Maaf, maksudnya mengalami apa ya? :D

      Saya juga sering kejatuhan cicak. Tapi, saya anggap itu hal yang biasa. Alhamdulillah, tidak ada apa-apa. Atau, mereka yang mengalami sesuatu setelah kejatuhan cicak hanya kebetulan saja? :-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s