Masalahku Sahabatku

Posted in Buku Baru with tags , , , on July 10, 2009 by sulaimann

Walaupun setiap orang ’bergaul’ dengan masalah, ternyata tidak semua orang mampu mengatasi masalahnya dengan baik. Memang, ada orang yang mampu menghadapi masalah dengan baik sehingga kehidupannya menjadi mandiri dan sukses, tapi tidak sedikit (bahkan lebih banyak) orang yang tidak mampu menghadapi masalah dengan baik sehingga kehidupannya menjadi biasa-biasa saja. Bahkan, ada yang gagal. Kira-kira apa yang membuat adanya perbedaan ini? Bisajadi, ada sesuatu yang keliru dari mereka yang gagal menghadapi masalah dengan baik. Dan pasti, terdapat ”sesuatu” yang dimiliki orang yang mampu menghadapi masalah dengan baik itu, yang tidak dimiliki oleh mereka yang gagal menghadapi masalah dengan baik. Apakah ”sesuatu” itu? Temukan jawabannya di buku MASALAHKU SAHABATKU. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit WAFA Press.

Adalah Leonardo Al-Ghazi dan Iwa Sumpena telah menyusun buku ”MASALAHKU SAHABATKU” (Sukses dan Bahagia Menghadapi Masalah). Sebuah buku yang bisa dijadikan salah satu rujukan bagi pembaca dalam menambah wawasan mengenai bagaimana sikap terbaik dalam bergaul dengan masalah. Gaya mengupas masalah yang sederhana dan mudah difahami membuat buku ini saya rekomendasikan untuk Anda miliki.

- – -

Spesifikasi buku; Ukuran 15 cm X 23 cmTebal 264 hal, harga Rp. 45.000,-

Bagi Anda yang ingin memesan buku ini, ada cara yang sangat mudah. Anda bisa memesannya via SMS. Silakan tulis WP/(Nama Anda)/(Kota Anda)/Masalahku Sahabatku/(jumlah pesanan)/ kirimkan ke 081.329.399.179. Anda tinggal mengikuti prosedur selanjutnya yang akan disampaikan via sms.

Cover_Buku

Sulitkah?

Posted in puisi on July 7, 2009 by sulaimann

Sulitkah berkata jujur itu, bagimu?
Bagiku tidak,
Mungkin belum saatnya saja.

Maaf ya…

upgrade pidgin 2.5.8.

Posted in serius(kah)? on July 4, 2009 by sulaimann

Beberapa hari kemarin saya ga bisa online. Pidgin yang saya gunakan kadaluwarsa. Karena itu, ketika Yahoo mengadakan perbaikan, pidgin yang saya gunakan tidak bisa bekerja sebagaimana biasanya. Padahal sudah saya upgrade ke 2.5.7. Seorang kawan mendapati hal yang sama. Tetapi masalah itu segera teratasi setelah meng-upgrade pidgin ke versi 2.5.8. Saya pun mencoba.

Laptop udah konek ke internet, klak-klik sana sini tapi udgrade belum juga berhasil. Setelah berkali-kali mencoba dan gagal maka saya putuskan untuk bertanya kepada kawan saya tadi. “Bro, carane ngapdet pidgin kepiye?” Dari speaker telpon terdengar jawaban yang membuat saya agak kecewa. Kecewa bukan karena jawabannya tetapi karena doi ternyata pake windows, sedang saya pake Ubuntu. “Download ae file-e. Trus install. Gampang kok soale aku kan nganggo Windows.” Setelah sedikit agak memaksa akhirnya doi ngasih link upgrade pidgin. Masalahnya, ternyata pidgin saya tetep belum bisa diupgrade. Padahal file tar.bz2 udah didownload. Eh, ketika di install dengan lewat “terminal” ada masalah. Perlu file Glib 2.0. lah… Perlu gtk+ 2.0. lah.. Wah, pusing..

Tidak begitu lama berselang saya memutuskan untuk meng-uninstall saja pidgin saya. Karena saya sudah mencoba untuk mengutak-atik ternyata hasilnya nihil. Ya sudah, selamat tinggal..

Maksud hati hendak menghapus pidgin, ternyata Allah berkehendak lain. Ketika saya masuk ke synaptic package manager kemudian saya cari program pidgin dan hendak me-remove, justru di situ ada pilihan mark for upgrade. Saya pilih. Kemudian muncul keterangan, trus saya klik OK. Setelah saya klik Apply, upgrade berjalan. Alhamdulillah, akhirnya bisa online pake pidgin lagi.

Jadi, langkah singkat buat apdet pidgin ke versi terbaru: System > Administration > Synaptic Package Manager > (isikan pada kolom Quick Search dengan “pidgin” > klik pada kotak warna hijau dibawah huruf ‘S’> pilih mark for upgrade > Apply. Di laptop saya berhasil. Mudah-mudahan dikomputer Anda berhasil juga. Ini dia screenshot-nya.

Screenshot

Kasmaran 2 (sarapan)

Posted in puisi on July 3, 2009 by sulaimann

Pagi yang indah. Matahari bersinar penuh. Udara pagi ini melegakan. Sarapan pagi ini pun terasa nikmat. Dari tempat yang tidak jauh sayup-sayup terdengar suara nyanyian anak negeri;

semakin ku menyayangimu
semakin ku harus melepasmu dari hidupku
tak ingin lukai hatimu lebih dari ini
kita tak mungkin trus bersama

satu saat nanti kau kan dapatkan
seorang yang akan dampingi hidupmu
biarkan ini menjadi kenangan
dua hati yang tak pernah menyatu*

Sarapan pagi ini tak seperti biasanya.. Sungguh!

- -

* Lirik lagu “Melepaskanmu”, Drive.

Kasmaran

Posted in puisi on June 25, 2009 by sulaimann

Kalo sempat, mimpikan aku malam ini ya Dik!

Cerah

Posted in iseng on June 22, 2009 by sulaimann

Hari Ahad kemarin saya “liburan”. Kangen sama rumah. Alhamdulillah, cuaca cerah sekali. Foto ini saya ambil dengan hape saya kemarin siang.

cerah

ceraah

Salah Makan (?)

Posted in serius(kah)? on June 17, 2009 by sulaimann

Sepertinya tadi siang saya salah makan. Perut terasa melilit. Perih. Sebentar-sebentar harus ke kamar mandi. “Mengurangi berat badan”. Petang ini pun masih begitu. Output masih belum stabil. Sudah saya coba telusuri apa yang menjadikan perut saya jadi begini, hasilnya nihil.

Keadaaan ini mengingatkan saya tentang sebuah acara yang pernah saya lihat di tipi. Dalam kisah itu, ada empat orang yang sedang mengikuti tes wawancara masuk kerja. Satu orang perempuan dan tiga orang laki-laki. Mereka berada dalam satu ruang bersama Kepala HRD. Kepala HRD itu duduk di mejanya. Sedang calon karyawan duduk berderet di kursi panjang yang terletak tak begitu jauh dari meja Kepala HRD.

Tak lama kemudian satu persatu calon karyawan itu dipanggil Kepala HRD. Lalu ditanyai dengan beberapa pertanyaan. Dan pertanyaan terakhir bagi setiap calon karyawan itu sama. Pertanyaanya adalah, “Menurut kamu, apa yang paling cepat di dunia ini?

Pertanyaan yang sederhana namun tak mudah untuk dijawab. Calon karyawan pertama, laki-laki, menjawab, “Menurut saya yang paling cepat adalah listrik Pak.

Kepala HRD bertanya lagi, “Mengapa demikian?

Iya pak. Listrik itu paling cepat. Karena begitu kita pencet saklar, klik, lampu langsung menyala.” Jawab calon karyawan itu sembari tersenyum.

Baiklah.” Kata Kepala HRD.

Lalu tiba giliran calon peserta kedua, perempuan, “Menurut saya yang paling cepat adalah kedipan mata Pak.”

Lalu Kepala HRD pun bertanya, “Mengapa demikian?

Iya pak. Kedipan mata itu cepat sekali. Coba deh bapak berkedip. Bener kan Pak” Jawab calon karyawan itu dengan senyumannya yang menunjukkan keraguan atas jawabannya itu.

Iya, ya.” Kata Kepala HRD.

Tibalah giliran perserta ketiga, “Menurut saya yang paling cepat adalah suara Pak.

Lalu Kepala HRD bertanya lagi, “Mengapa demikian?

Iya pak. Buktinya, begitu saya ngomong langsung terdengar sampai ke telinga Bapak kan.” Jawab calon karyawan itu sembar tersenyum.

Hmm…” Kata Kepala HRD sambil manggu-manggut.

Akhirnya tibalah giliran calon karyawan keempat untuk wawancara. Ia terlihat gugup. Sebab ia belum punya jawaban. Akhirnya, dengan bercucuran keringat ia menjawab, “Maaf Pak, menurut saya yang paling cepat adalah mencret Pak.

Kepala HRD kaget dengan jawaban calon karyawannya, “Ngga salah kamu?!

Iya pak. Mencret itu paling cepat.” Jawab calon karyawan itu sembari tersenyum agak kecut.

Coba terangkan, mengapa bisa demikian?

Dengan ragu calon karyawan itu mulai menerangkan, “Jadi begini Pak. Kenapa saya katakan mencret itu paling cepat, karena kita belum sempat menyalakan lampu, belum sempat berkedip dan belum sempat berkata apa-apa dia sudah keluar Pak. Betul kan Pak?” calon karyawan itu tersenyum lagi. Kali ini senyumnya tidak dibuat-buat.

Sisi lain Bojonegoro

Posted in perjalanan dinas on June 17, 2009 by sulaimann

Bojonegoro. Nama kota itu masih saja menyisakan pertanyan di benak saya. Apa iya Bojonegoro berasal dari “Bojo” (jawa; pasangan suami/istri) dan “Negoro” (jawa; negara)? Meski berhasil membuat penasaran tapi bukan hal itu yang membuat saya mengingat kota ini. Ada sesuatu yang lebih dahsyat. Ia menebar ancaman kepada siapa saja yang lalai. Serem. Mematikan (kayaknya sih..). Datang tak diundang, pulang tak ada yang tahu. Ia tak mengenal ampun. Orang-orang menyebutnya Jingklonk.

Anda sudah mengenalnya? Jika belum, Anda harus mengenalnya. Bukan apa-apa. Untuk jaga-jaga saja. Siapa tahu suatu saat nanti Anda ketemu. Ya kan?!

Sebenarnya makhluk ini tak seberapa besar. Tapi klo menggigit rasa gatalnya ga hilang-hilang. Penasaran? Jingklonk itu nyamuk. Iya, nyamuk. Mungkin masih kerabat dekat dengan nyamuk yang biasa berkeliaran di rumah kita. Hanya saja dia punya nilai lebih. Lebih gedhe. Lebih gatal. Lebih nekat. Bagaimana tidak, wong teman satu rombongan saya yang sudah bersedia, siap, grak!, untuk menangkis datangnya serangan masih tetep juga jadi korban.

Begini ceritanya. Sebagaimana kita hendak beranjak tidur maka kita mempersiapkan selimut dan aksesoris lainnya. Begitu pun ia. Dengan sarung ia menutup kakinya rapat-rapat. Tangannya juga rapet. Berharap, klo si Jingklonk datang maka jingklonk itu akan hilang mood trus ngacir pergi… Merasa sudah dilengkapi keamanan tingkat tinggi teman satu rombongan saya itu pun bergegas tidur. Memang terlihat nyenyak sekali. Strateginya berhasil. Pikir saya.

Ternyata, apa yang saya lihat tadi malam keliru. Paginya ia bercerita klo wajahnya terasa menebal. Saya tersenyum mendengar seritanya. Rupanya, semalam si Jingklonk menyerang wajahnya dengan membabi buta. Duh!

Tak dapat kaki, wajah disikat.

week end

Posted in perjalanan dinas on June 13, 2009 by sulaimann

Hari ini ke Bojonegoro, insyaAlloh. Plesir. Week end gitu.. Lama ga bikin acara berakhir pekan.

Kira-kira, apa ya yang menarik dari Bojonegoro? Makanan khas-nya apa sih?

Kursus Membaca

Posted in bukubaru, serius(kah)? on June 10, 2009 by sulaimann

Ada peluang usaha baru bagi yang ingin mempunyai usaha di rumah. Namanya LES MEMBACA ANAK HEBAT. Investasinya ringan (kurang dari 500rb) tetapi cukup menghasilkan. Untuk informasi lebih lanjut Anda bisa menghubungi Bp Agung 081.7045.8041

Ini dia salah satu gambar sampul buku yang dipakai dalam LES MEMBACA ANAK HEBAT.

cov ahe oke